Bertobatlah!

RENUNGAN

Rabu, 20 Maret 2019

Hosea 14: 3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.

Betobatlah!

Seorang imam muda hendak berkotbah di penjara. Sudah berhari-hari ia mencoba menemukan pesan yang bisa menyentuh hati. Ketika dia memasuki ruangan, dia menggigil melihat tatapan mata wajah-wajah yang tampak mengeras oleh berbagai kejahatan. Dia berdoa perlahan untuk mendapatkan bimbingan ketika dia menaiki anak tangga ke mimbar. Tiba-tiba dia tersandung ketika hendak menginjak anak tangga yang kedua dan jatuh tertelungkup dilantai. Para hadirin tertawa keras. Untuk beberapa saat, imam  muda itu merasa lumpuh oleh karena kesakitan dan rasa malu. Kemudian dia mendapat suatu gagasan. Dia berdiri, menaiki dua anak tangga sekaligus dan tertawa ke arah para hadirin yang terpukau sambil berkata:”Saudara-saudara, justru itulah tadi alasan kedatangan saya ke sini hari ini: saya ingin memperlihatkan kepada anda sekalian bahwa orang bisa bangkit lagi setelah dia terjatuh.”

Dalam teks ini kita melihat bahwa pertobatan itu ditandai dengan adanya kesadaran akan kesalahannya dan adanya penyesalan serta mau kembali kepada Tuhan. Ketika orang berdosa dengan tulus hati kembali kepada Allah, maka Allah pun sudah siap untuk menerima mereka dengan pengampunan. Kematian Kristus seakan menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah. Tak terhinggalah sukacita Allah atas kembalinya orang berdosa.

Saudaraku, sering kali dalam kehidupan kita saat ini, kita dikuasai oleh keinginan-keinginan duniawi, sehingga kita menjauh dari Allah. Itulah sebabnya, renungan ini mengajak kita untuk menyesali atas segala dosa kita dan bertobat. Allah tidak pernah menolak pertobatan orang berdosa, sebab Allah tidak berkenan kepada kematian orang jahat, tetapi Allah menginginkan pertobatan. (RES)

Doa: YaTuhan, berikanlah kami kesadaran akan dosa-dosa kami sehingga kami mau bertobat dan datang kepadaMu.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *