Jangan Berdalih!

RENUNGAN

Senin, 8 April 2019

Lukas 14:22-23 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

 

Alasan yang paling banyak kita jumpai ketika bertanya kepada warga jemaat, khususnya kaum bapak, tentang alasannya malas datang beribadah adalah ketidaksukaannya pada seorang Pendeta atau Sintua yang ada di gereja. Entah hal ini disebabkan oleh persoalan pribadi ataupun persoalan di gereja sendiri, mereka memandang kehadiran beribadah di gereja hanya akan menambah dosa setiap kali melihat pendeta atau sintua yang tidak mereka sukai tersebut. “Jadi lebih baik kami beribadah di rumah saja, daripada harus melihat sintua tersebut”, begitu kira-kira jawaban mereka. Dengan jawaban sepeti itu, mereka tidak memahami bahwa undangan datang ke gereja bukanlah berasal dari pendeta atau sintua, tetapi merupakan undangan dari Tuhan untuk masuk dalam persekutuan di dalam kerajaan-Nya. Dan undangan dari Allah adalah undangan untuk berbahagia.

Perumpamaan yang Lukas tuliskan, mengumpamakan orang-orang yang diundang untuk sebuah jamuan makan. Tetapi, ketika tiba saatnya, orang-orang tersebut berdalih dengan berbagai macam alasan. Karena itu, ketika di ayat 15 dikatakan oleh seorang tamu kepada Yesus bahwa berbahagialah orang yang dijamu dalam kerajaan Allah, maka Yesus membenarkan pernyataan tersebut. Namun, tidak seorangpun dari yang diundang tersebut datang dalam perjamuan tersebut. Bagaimana mungkin mereka berbahagia? Karena itu, siapa yang mau diundang dalam perjamuan tersebut itulah yang berbahagia, bukan mereka yang berdalih.

Saudaraku, gereja adalah ecclesia, atinya kumpulan orang-orang yang terpanggil keluar dari dunia dan masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan yang memanggil. Dan gereja adalah persekutuan orang-orang yang berbahagia, karena mereka mau menerima undangan Tuhan, Raja gereja. Jika kita menolak undangan-Nya, apakah kita berbahagia?     (RES)

Doa: Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk mau menerima undangan perjamuanMu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *