Perjanjian Allah

RENUNGAN

Kamis, 11 April 2019

Kejadian 9:9-10 “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.

                Untuk menghentikan sebuah peperangan yang terjadi antara dua negara, lazimnya akan diupayakan sebuah perjanjian damai. Tujuannya adalah untuk menghentikan perang yang sudah membawa korban jiwa dan harta di kedua negara yang berperang. Berikutnya adalah sebagai jaminan bahwa perang itu tidak akan terjadi lagi kedepannya. Dengan begitu akan muncul kembali rasa aman yang selama perang telah hilang di dalam diri orang-orang yang terperangkap dalam perang itu. Sebagai tanda perjanjian itu, biasanya akan dibangun sebuah monumen atau prasasti sebagai sebuah peringatan yang akan terus mengingatkan kedua negara akan perang yang menyengsarakan tersebut agar tidak pernah terjadi lagi.

Murka TUHAN tidak tertahankan lagi atas bumi dan segala mahluk ciptaan-Nya yang hidup dalam dosa,”bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata”. Karena itu, Tuhan mendatangkan Air bah atas bumi,“menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi tidak semuanya. Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada Nuh dan keluarganya. Nuh diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah perahu yang akan meluputkan mereka dari malapetaka yang Tuhan datangkan atas bumi. Dalam murkanya, TUHAN menunjukkan kasih-Nya dengan janji untuk memulihkan kehidupan di muka bumi lewat Nuh dan keluarganya.

Saudaraku, Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya lewat perjanjian dengan Nuh. Tetapi perjanjian ini tidak hanya mengikat Tuhan untuk tidak lagi memusnahkan bumi dan segala isinya dengan Air Bah. Perjanjian ini juga mengikat kita untuk hidup dalam kebenaran Tuhan.  (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk selalu setia dengan perjanjian Mu.

 

 

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *