Cinta Sebagai Dasar

RENUNGAN

Sabtu, 13 April 2019

Yosua 22:5  Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

“Andaikata kulakukan yang luhur mulia, namun tanpa kasih cinta, hampa tak berguna”. Penggalan lirik lagu ‘Bahasa Cinta’ tersebut mengingatkan kita untuk melakukan segala hal baik dalam kehidupan ini dengan dilandasi oleh cinta kasih. Meskipun kita sudah melakukan banyak hal luar biasa dalam kehidupan ini namun kita melakukannya tanpa kasih, hal itu akan menjadi hampa. Cintalah yang semestinya menjadi semangat dasar kehidupan kita. Dan untuk itu kita meminta agar Tuhan mengajari kita “bahasa kasih-Mu, agar kami dekat pada-Mu”.

Janji-janji Allah kepada leluhur Bangsa Israel mulai digenapi, penyertaan Allah dalam perjalanan kehidupan Umat Israel begitu nyata. Kini, umatNya dipanggil untuk tetap taat dan mengasihi Allah setelah apa yang Allah perbuat bagi mereka. Oleh karena itulah Yosua mengingatkan kepada orang Israel yang akan menyeberangi Sungai Yordan, supaya mereka tetap mengasihi Allah dan hidup seturut dengan perintahNya. Bukan tanpa sebab Yosua berpesan kepada mereka untuk mengasihi Allah, dan tidak sekadar mengikuti perintahNya secara buta tanpa cinta kasih. Karena kasih kepada Allah itu semestinya bertumbuh ketika Umat Israel mengingat setiap penyertaan dan pertolongan Allah dalam kehidupan mereka.

Saudaraku, lalu bagaimana dengan kehidupan kita masing-masing? Sudahkah kita melakukan setiap kehendak Allah dalam kehidupan kita dilandasi oleh kasih cinta kita kepada Allah? Kalau kita benar-benar merasakan penyertaan Allah dalam kehidupan kita, sudah semestinya kita juga akan hidup taat pada setiap kehendak Allah dengan dilandasi oleh kasih kita kepada Allah. Amin. (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk hidup taat seturut dengan kehendakMu sebagai wujud cinta  kasih kami padaMu.

 

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *