Belas Kasih

RENUNGAN

Senin, 15 April 2019

Markus 1:40-42

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

Bruder Roger Louis Schultz menjadi begitu dikenal namanya di seluruh dunia sebagai pemimpin komunitas oikumene bahkan multi-iman di Taize, Perancis. Di usianya yang begitu muda ketika Perang Dunia II mulai pecah sekitar 1940-an, Roger melihat realita duka nestapa korban perang. Hal itu membuat Roger ingin melakukan sesuatu bagi sesamanya yang menderita. Lantas Ia pergi ke sebuah desa di Selatan Perancis, yang kini dikenal dengan nama Taize, dan mendirikan sebuah komunitas di sana. Bersama dengan beberapa temannya, Roger menolong orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari kekejaman tentara SS Nazi. Mereka paham betul resiko jika ketahuan menolong atau menyembunyikan orang Yahudi kala itu, yakni hukuman penjara hingga hukuman mati. Namun karena rasa belas kasihnya yang melebihi rasa takut, Roger pun bertekad untuk terus melakukan tindakan kasih yang nyata bagi sesamanya manusia.

Dalam bacaan kita ini, kita mendapati Yesus Kristus yang tergerak hati-Nya oleh belas kasihan untuk menolong dengan mentahirkan seorang yang sakit kusta. Dalam hukum Yahudi, Yesus akan membuat diri-Nya najis jika bersentuhan dengan seorang yang sakit kusta. Namun hal ini tidak menghalangi-Nya untuk menyatakan tindakan belas kasih bagi orang tersebut.

Saudaraku, tindakan kasih adalah adalah tindakan yang tidak takut untuk merugi. Tindakan belas kasih bahkan seringkali beresiko. Namun hal ini janganlah membuat kita berhenti untuk melakukan tindakan kasih. Tindakan kasih yang sesungguhnya adalah tindakan yang kita lakukan untuk orang lain dimana kita tahu betul bahwa orang tersebut tidak akan pernah bisa membalas kepada kita. Selamat meneladan belas kasih Sang Kristus dalam kehidupan kita keseharian. (RES)

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami senantiasa meneladan Engkau dalam tindakan kami yang mencerminkan belas kasih-Mu bagi banyak orang di sekitar kami.

 

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *