Kasih Karunia Allah!

RENUNGAN

Jumat, 19 April 2019

1 Petrus 1 : 3: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang – orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”.

                Seekor monyet di atas pohon melihat seekor ikan yang terdampar di pinggir pantai. Ikan itu menggelepar-gelepar agar bisa kembali ke air. Sang monyet melihat ikan itu dengan penuh rasa iba. Diambilnya ikan itu lalu dibawa ke atas pohon. Ia terus mengelus-elus ikan itu dan sesekali dipeluk dan diciumnya sebagai tanda sayangnya terhadap ikan. Namun, lama kelamaan ikan itu lemas dan kemudian mati. Monyet itu bersedih dan ia menangisi ikan yang disayanginya telah mati di pelukannya.

Mari kita melihat cinta kasih Allah terhadap manusia. Walaupun manusia sering melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Allah, namun Allah tetap menyatakan cinta kasihnya agar kehidupan manusia itu tidak berujung pada maut atau hidup dalam ketidakpastian. Penyataan cinta kasih Allah telah nyata dan tepat pada pelaksanaannya yang sungguh sangat mulia. Ia memberikan AnakNya, Yesus Kristus, menanggung segala dosa manusia, sehingga manusia masuk kepada kehidupan yang kekal. Dengan Kebangkitan-Nya kita telah dimenangkan melawan kuasa dosa dan maut dan dengan kebangkitan itu, kita juga akan dibangkitkan dalam kemuliaan Allah yang kekal. Dengan kebangkitan itu, kita telah beroleh hidup baru (kelahiran kembali) dimana perilaku dan tingkah laku kita yang sering melawan kehendak Allah telah digantikan menjadi perilaku dan tingkah laku yang seturut dengan kehendak Allah.

Saudaraku, harapan kehidupan yang kekal kini sudah pasti di dalam kasih karunia Allah. Marilah kita hidup di dalam kasih karunia Allah yang berarti hidup dalam pertobatan dan memilki perilaku yang baru, perilaku yang didasarkan oleh Firman Allah. Dengan kasih karunia itu, sudah selayaknya kita memuji Allah selama kita hidup. (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dalam kasih-Mu, dengan sesama kami.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *