Dalam Nama Tuhan

RENUNGAN

Kamis, 25 April 2019

1 Samuel 17: 18: “dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka.”

Saving Private Ryan, adalah sebuah film menceritakan sebuah kisah perang dunia ke-2, tahun 1945. Dalam film tersebut diceritakan upaya dari Kapt. John H. Miller bersama timnya, atas perintah dari departemen peperangan Amerika Serikat, untuk mencari, menyelamatkan serta memulangkan kepada orang tuanya seorang prajurit Amerika yang bernama James Ryan. Hal ini dilakukan karena pada waktu yang bersamaan dalam perang tersebut, tiga (3) orang saudaranya yang  juga ikut berperang, ditemukan tewas dalam pertempuran. Dengan memulangkan Ryan, diharapkan dapat menghibur duka orangtuanya atas kehilangan 3 putera lainnya.

Berbeda dengan cerita film di atas, Isai tidak mencari anaknya yang bungsu, Daud. Ia malah mengirim Daud ke Medan perang untuk melihat kondisi ketiga anaknya yang lain, yaitu Eliab, Abinadab, dan Syama. Isai mendengar berita dari medan perang bahwa pasukan Israel ketakutan mendengar ancaman dari prajurit Filistin. Ada rasa khawatir akan keberadaan anak-anaknya di medan perang. Cerita selanjutnya dari kisah ini adalah kehadiran Daud di medan perang membawa kemenangan bagi Israel, mengalahkan Goliat dengan hanya bersenjatakan ketapel dengan 5 buah batu sebagai pelurunya. Ini berarti, Daud pulang tidak hanya membawa tanda bahwa kakak-kakaknya selamat, tetapi juga membawa kemenangan bagi Israel. Daud berperang di dalam nama TUHAN, maka Goliat dan bangsa Filistin pun kalah.

Saudaraku, Daud mengajarkan kepada kita tentang keberanian menghadapi tantangan hidup. Seringkali kita merasa tidak mampu mengalahkan tantangan itu dan menyerah. Hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, tentulah tidak cukup, sebab kekuatan kita sangat terbatas sifatnya. Kita memerlukan pertolongan “TUHAN semesta alam!” yang menguatkan kita.  (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, Kuatkan kami untuk berani berjuang mengandalkan nama Mu.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *