Kasihilah Musuhmu

RENUNGAN

Jumat, 3 Mei 2019

Lukas 6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Kasihilah Musuhmu

Kasihilah musuhmu, mungkin menjadi sebuah himbauan atau ajakan yang bagi banyak orang saat ini dipandang sebagai sesuatu yang tidak mungkin, musahil, atau sangat berat untuk dilakukan. Bagaimana mungkin kita dapat mengasihi orang sudah menyakiti tubuh kita dan bahkan hati kita? Mereka hanya meninggalkan luka bagi kita yang disakiti. Perasaan terluka itu bahkan mendorong kita untuk melakukan pembalasan, sebab hanya dengan begitu rasa sakit tadi terpuaskan. Bahwa orang menyakiti kita, juga harus mengalami rasa sakit yang kita alami. Sikap seperti ini dapat dikatakan sebagai sesuatu yang berlaku umum di banyak tempat dan budaya. Sehingga mengaisihi musuh juga dipandang sebagai sikap kalah atau mengalah. Akibatnya adalah kekerasan dibalas dengan kekerasan, seperti yang sering didengar oleh orang Yahudi, “Mata ganti mata dan gigi ganti gigi (Matius 5:38).

Yesus mengajarkan kepada para murid dan semua orang yang mendengarnya untuk bersikap baik kepada orang-orang yang menyakiti kita. Kita bukan saja harus mengasihi musuh kita dan berkehendak baik bagi mereka, tetapi juga berbuat baik kepada mereka seperti kepada siapa saja kalau memang diperlukan dan mampu kita lakukan. Sebab, mengasihi orang yang mengasihi kita bukanlah perbuatan luar biasa dan aneh bagi murid-murid kristus, sebab orang-orang berdosa pun mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka. Dengan begitu, di mata Tuhan, kelak kita menjadi ternama, terpuji dan terhormat.

Saudaraku, sikap membalas kekerasan tanpa kekerasan adalah hal yang diajarkan Kristus kepada kita dalam renungan hari ini. Sebab pembalasan bukanlah hak kita, “Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan” (Roma 12: 19). (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk mengasihi orang yang menyakiti kami.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *