Keagungan Tuhan

 

RENUNGAN

Sabtu, 4 Mei 2019

Mazmur 8:2 Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Keagungan Tuhan

Dalam sebuah perjalanan mengarungi laut dengan menaiki sebuah kapal kayu yang berukuran kecil, rombongan kami terdiam saat cuaca di perairan itu tiba-tiba berubah. Laut yang tadinya tenang mulai berombak disertai angin kencang, membuat kami mulai dilanda ketakutan. Sebab dermaga yang kami tuju masih jauh, dan mulai timbul keraguan apakah kami akan dapat sampai ke dermaga yang kami tuju. Syukurlah, akhirnya kami sampai di dermaga. Setelah keluar dari kapal kecil tersebut, dengan perasaan lega seorang teman saya mengucapkan sebuah pengakuan,”Di saat kita terombang-ambing di tengah laut tadi, saya merasakan betapa kecilnya kita dihadapan Allah”. Ya, kita tidak lebih dari sebuah titik dihadapan-Nya.

Hal yang kurang lebih sama di rasakan oleh pemazmur. Dalam pengalaman hidupnya, pemazmur telah merasakan kuasa Allah dalam kehidupannya. Ketika pemazmur melihat ke langit, dan melihat bagaimana matahari, bulan dan bintang menyinari bumi siang dan malam, tak terjangkau oleh pikirannya, bagaimana benda-benda tersebut secara teratur hadir pada siang dan malam hari secara bergantian. Pemazmur mengakui bahwa semua itu adalah “buatan jari-Mu”, ciptaan Allah. Semua itu membuat ia merasa bahwa manusia tidaklah ada apa-apanya. “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (8:4). Manusia hanyalah mahluk ciptaan Allah yang kecil dibandingkan dengan alam semesta ciptaan-Nya. Namun begitu, manusia adalah mahkota Allah, yang diberi kehormatan untuk menguasai alam raya ini. Dalam hal inilah Allah patut kita muliakan dan keagungan-Nya kita nyanyikan.

Saudaraku, kita adalah bagian kecil dari ciptaan Allah. Namun, kita telah diberi kehormatan sebagai mahluk ciptaan yang mulia, mahkota ciptaan Allah. Marilah kita hidup untuk memuliakan Allah yang mulia dan agung. (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk selalu memuliakan nama-Mu dalam hidup kami.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *