Menghargai Perbedaan

RENUNGAN

Senin, 6 Mei 2019

Kisah Para Rasul 15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

“In-group dan out-group” seringkali dibahas untuk membatasi mana yang menjadi anggota kelompok kita, dan mana yang tidak bagian dari kelompok kita. Rupa-rupanya hal ini juga seringkali menjadi pembicaraan dalam gereja. Akan tetapi pembatasan semacam itu bermasalah manakala standar yang digunakan sebagai acuan adalah standar yang ditentukan oleh mayoritas. Jika demikian, maka dalam komunitas gereja akan ada “pemaksaan”, bahkan “penindasan”. Tentu Hal yang semacam ini tidak diharapkan terjadi, apalagi dalam komunitas orang percaya.

Contoh yang demikian jelas dapat kita lihat dalam perikop yang ayatnya menjadi perhatian kita saat ini. Latar belakang konteks penulisan Kisah Para rasul adalah jemaat mula-mula yang sedang menentukan standar, orang yang bagaimana yang bisa dikategorikan ke dalam komunitas jemaat mula-mula. Namun karena yang menjadi bagian dari komunitas jemaat adalah orang-orang Yahudi, maka sempat ada anggapan bahwa menjadi jemaat Kristen adalah menjadi Yahudi. Oleh karena itu ada perdebatan bahwa orang-orang yang bukan Yahudi, yang sudah percaya pada Yesus harus bersunat.  Karena dianggap bahwa sunat mendatangkan keselamatan. Akan tetapi pada ayat 11, sebagaimana menjadi permenungan kita hari ini, keselamatan yang datangnya dari Kristus memberikan kebebasan bagi umatNya untuk mempercayaiNya menurut ekspresi yang dikenal dalam budayanya sendiri.

Saudaraku, dalam komunitas orang percaya seperti gereja, keanekaragaman mesti menjadi hal yang penting karena Yesus telah menyelamatkan orang tanpa membeda-bedakan dari latar belakang mana orang tersebut berasal. Keanekaragaman tersebut bisa menjadi kekayaan dalam komunitas gereja yang akan semakin menguatkan persekutuan kita di dalam Kristus.

 

Doa : Ya Tuhan, ajarkan kami untuk menghargai perbedaan diantara kami.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *