Kasih Yang Nyata

Renungan

Selasa, 28 Mei 2019

1 Tesalonika 2:6-8 Juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi

Kasih Yang Nyata

Mungkin masih begitu melekat di telinga kita lagu batak yang berjudul Anak Medan. Lagu ini sangat populer, bahkan dimainkan untuk mengiringi tortor dalam acara-acara adat batak toba saat ini. Dalam lagu tersebut, ada bagian dalam syairnya mengatakan: “hancur demi kawan ido au kawan”. Artinya, seseorang akan rela mengorbankan dirinya bagi  temannya. Sebagai sesama anak perantauan yang jauh dari kampung halaman (bonapasogit), ada sebuah ikatan untuk saling membantu dalam setiap masalah yang dihadapi bersama. Ini adalah cara seseorang menunjukkan ikatan kekeluargaan yang kuat diantara sesama orang batak di perantauan.

Wujud kasih dalam lagu itu memang benar-benar menunjukkan kesetiakawanan, tetapi sebaiknya hancurnya biarlah hancur yang positif (misalnya kehilangan teman karena membela kebenaran temannya, dll). Paulus dan Timotius, serta rekan-rekannya, juga menunjukkan cinta kasihnya kepada jemaat di Tesalonika. Perjuangan mereka untuk menyampaikan kebenaran Injil banyak mendapat tantangan dari kalangan Yahudi. Bahkan Paulus hampir dibunuh sehingga dengan terpaksa ia menyingkir sesaat ke Korintus. Dalam pemberitaan Injil yang dilakukan mereka di Tesalonika, mereka tidak mencari pamor atau nama baik seperti yang diimpikan oleh kaum Yahudi. Mereka tulus dalam pelayanan mereka. Pelayanan itu didorong dan diawali dengan kasih. Sehingga mereka rela untuk membagi kebenaran injil dan juga membagi hidup mereka dengan jemaat di Tesalonika.

Saudaraku, kasih itu bukanlah untaian kata belaka, manis didengar haruslah juga manis dibuktikan. Kasih akan menjadi kasih yang sesungguhnya ketika kita mengasihi dalam perbuatan. Tebarkan kasih melalui perbuatanmu dan bukan hanya melalui kata-kata semata. (RES)

 

Doa: Ya Tuhan, ajarilah aku menyatakan dan melakukan kasih kepada semua orang.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *