Abraham Hatoguan : Anak PA Zarfat HKI Akan Operasi Bocor Jantung. Saat Jalanku buntu, Yesus Tetap Pengharapanku.

“Selamat Ulang Tahun Abraham Hatoguan! 22 Oktober 2016, ulang tahun ke-2.’Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau’. Ini pesan yang terlukis dari senyuman dan keceriaan Abraham Hatoguan, anak PA Zarfat HKI yang akan menjalani operasi bocor jantung.”

 Netty br Sihombing, ibu pengasuh Abraham Hatoguan ditemui di Panti Asuhan (PA) Zarfat menceritakan, Abraham Hatoguan merupakan nama pemberian dari PA Zarfat, dimana nama sebelumnya dari rumah sakit adalah Rizky. Keseharian, Abraham Hatoguan akrab disapa Togu. “Tidak diketahui pasti siapa orangtua dari Togu,” ungkap Netty sambil menggendong Togu.

Sekilas, dari keceriaan Togu seakan memperlihatkan tidak ada masalah hidupnya. Wajah polos anak kelahiran 22 Oktober 2016, seakan mengatakan bahwa Yesus itu baik dan menegaskan kuasa dan kasih-Nya tidak pernah berubah (1Ptr 5:7).

Sesuai petunjuk doker setelah dilakukan cek kesehatan, Togu diminta untuk segera dioperasi karena mengalami gangguan di bagian jantung, atau istilah masyarakat umum disebut ada kebocoran jantung.

Tapi tidak semudah itu, saat ini berat Togu masih sekitar 8,5 kg, sementara syarat untuk melakukan operasi terhadap balita diharuskan memiliki bobot sekitar 10 kg. Untuk menaikkan berat badannya sehingga disarankan untuk rutin mengkonsumsi susu. “Kebutuhan susu Togu sekitar 1600 gram per minggu. Ini untuk mempercepat kenaikan berat badan Togu,” tambahnya.

Sejenak cerita Netty terhenti saat Togu meminta turun dari pangkuan pengasuhnya. Sambil menghela nafas, Netty kemudian melanjutkan cerita perjalanan Togu hingga akhirnya diasuh di PA Zarfat. “Haah…Togu itu anak hebat. Banyak hal penting dan hikmat yang harus kita ambil dari perjalanan Togu,” terangnya.

Ceritanya, Oktober 2014 lalu, seorang ibu paruh baya yang sedang hamil tua mendatangi bidan. Atas berkat Tuhan, Togu terlahir dengan selamat. Selang beberapa hari, kesehatan Togu menurun hingga sang bidan akhirnya merujuk Togu ke rumah sakit.

Seminggu dirawat, pihak rumah sakit kemudian menagih biaya perobatan. Mengetahui akan dilakukan penagihan, Ibu Togu kemudian lari dan meninggalkan Togu di rumah sakit.

Togu hanya dapat menangis kala merindukan pelukan sosok seorang ibu. Tak lagi ada ASI, apalagi pelukan hangat. Hari-hari kelam Togu harus dijalani bersama para perawat yang berbaik hati.

Ini kenyataan hidup, tagisan keras Togu menghantarkannya melewati hari kelam menjadi sebuah penuh harapan dan sukacita. Meski tanpa seorang ibu bahkan tanpa mengetahui siapa ayahnya, Togu kini menjadi anak penuh harapan.

Seiring berjalan waktu, pihak rumah sakit kemudian mencoba mencari orang tua asuh yang akan bersedia mengadopsi Togu dengan menghubungi ke Dinas Sosial Kabupaten Simalugun. Dari beberapa panti asuhan tidak ada yang bersedia menerima bayi.

Tuhan menunjukkan jalan bagi Togu, Panti Asuhan Zarfat HKI kemudian bersedia mengasuhnya dengan kondisi berat badannya saat itu sekitar 6,5 kg. Karena kondisi Togu yang kurang sehat, pucat, kurus, sesak. Lalu diputuskan di bawa ke dokter spesialis anak dr Margaret. Kemudian dilakukan rongsen dan Togu diketahui menderita kelainan jantung bocor dengan kebocoran sekitar 1.1 cm. Kini, Togu masih menunggu agar berat badannya dapat mencapai 10 kg sehingga dapat dilakukan operasi. Kemungkinan akan dioperasi di RS Adam Malik atau RS Jantung Harapan Kita. Meski dengan tanggungan BPJS, Togu masih mengharapkan adanya uluran tangan.

Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan yang selalu berjalan mulus tanpa masalah, tanpa kesulitan. Yang Tuhan janjikan adalah bahwa Dia akan selalu berjalan menyertai kita dan siap menolong. Bahkan, Dia akan menggendong kita saat kita tak mampu lagi berjalan. Sungguh, dalam Tuhan tidak ada jalan buntu. (RAN/BN/MBW)

Bagikan Postingan ini: