BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Senin, 14 Maret 2022

Mazmur 107:3,8 …yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,

Di kampung halaman saya, pada perayaan hari Natal dan Tahun Baru, biasanya jumlah jemaat yang datang ke gereja lebih banyak. Pertambahan  ini terjadi karena banyak perantau yang datang dari luar kota untuk merayakan acara Natal dan pergantian tahun bersama keluarga besarnya. Mereka datang dari berbagai pulau di nusantara ini. Ada yang datang dari pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Bahkan ada juga yang datang dari luar negeri. Bagi keluarga perantau, peristiwa Natal dan Tahun baru adalah waktu yang sangat dinantikan karena inilah waktu dan kesempatan untuk bisa bertemu, berkumpul dengan orang tua dan saudara-saudara yang sudah lama tidak bertemu karena tinggal jauh terpisah.

Peristiwa pulangnya bangsa Israel ke kampung halaman juga digambarkan di dalam Mazmur 107 yang berisi nyanyian syukur kepada Tuhan yang berbelas kasihan kepada umat-Nya dengan mengumpulkan kembali semua yang hilang ke Jerusalem. Mereka dikumpulkan dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan (Mzm. 107:3). Selama puluhan tahun bangsa Israel tinggal di negeri asing Babel, Tuhan akhirnya membawa mereka kembali ke kampung halamannya. Mazmur 107 menggambarkan orang-orang Yahudi yang berseru kepada Tuhan di tengah-tengah kesulitan mereka dan Tuhan mendengar tangisan mereka dan menyelamatkan mereka dari kesusahan mereka. Dia menyembuhkan dan menyelamatkan mereka karena kasih-Nya yang tak berkesudahan.

Rasa syukur adalah menerima kebenaran jika kita hidup hanya oleh karena kebaikan Tuhan yang memberi dengan murah hati dan cuma-cuma kepada kita.  Seperti yang dikatakan Paulus di 1 Korintus 4:7: “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?”

Saudaraku, Tuhan kita yang Agung telah melimpahkan kita anugerah, kebaikan, dan kasih yang luar biasa di dalam Yesus Kristus sehingga Dia layak menerima ucapan terima kasih yang tulus dari kita di dalam doa-doa kita sehari-hari.

Pdt. Jenete Purba , M.Div

Bagikan Postingan ini: