Bertumbuh dalam Iman

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. –Yakobus 1:4.

Baca: Yakobus 1:2-4

Pada awal bercocok tanam, saya bangun pagi-pagi dan berlari ke kebun untuk melihat apakah sudah ada yang bertunas. Tidak ada. Setelah mencari di internet info mengenai “pertumbuhan tanaman yang cepat”, saya akhirnya tahu bahwa pembibitan adalah tahap terpenting pada masa kehidupan tumbuhan. Sesudah mengetahui bahwa proses itu tidak dapat diburu-buru, saya mulai menghargai kekuatan tunas-tunas kecil yang berupaya keras menembus permukaan tanah ke arah sinar matahari dan ketahanan mereka terhadap cuaca yang berubah-ubah. Setelah beberapa minggu menanti dengan sabar, akhirnya saya melihat tunas-tunas hijau yang menembus tanah untuk menyapa saya.

Terkadang mudah untuk memuji kemenangan dan keberhasilan dalam hidup kita tanpa mengakui bahwa pertumbuhan karakter kita sering kali terjadi melalui pengalaman dan pergumulan. Yakobus memerintahkan kita untuk menganggap “sebagai suatu kebahagiaan” apabila kita “jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (Yak. 1:2). Namun, mana mungkin pencobaan itu membahagiakan?

Terkadang Allah mengizinkan kita melewati tantangan dan kesulitan agar kita dapat dibentuk menjadi apa yang dikehendaki-Nya dari kita. Dia menanti dengan penuh antisipasi agar kita keluar dari pencobaan-pencobaan hidup dalam keadaan “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun” (ay. 4). Dengan tetap berakar dalam Yesus, kita dapat bertekun melewati tantangan apa pun, bertumbuh lebih kuat, dan akhirnya mengizinkan buah Roh Kudus berkembang dalam hidup kita (Gal. 5:22-23). Hikmat-Nya memberikan nutrisi yang kita butuhkan untuk sungguh-sungguh berkembang dari hari ke hari (Yoh. 15:5).

Oleh: Kimya Loder

Renungkan dan Doakan
Pencobaan apa yang pernah Anda lewati akhir-akhir ini? Pelajaran apa yang dapat Anda tarik dari kondisi tersebut?

Bapa Surgawi, terkadang pencobaan yang kuhadapi seolah tak tertanggungkan. Berilah aku kekuatan agar dapat bertahan, dan tolonglah imanku untuk bertumbuh, supaya aku menjadi orang percaya yang berbuah, seperti yang Engkau harapkan dariku.
Amin……
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, GBU….

WAWASAN
Surat Yakobus menekankan panggilan orang percaya untuk bertumbuh dalam hikmat, menyatukan pengajaran Yesus dan pengajaran hikmat lainnya di dalam Kitab Suci untuk menciptakan suatu gambaran tentang hidup yang dijalani dengan bijak dan setia. Kata Yunani teleios , yang diterjemahkan “sempurna” di Yakobus 1:4 adalah kata kunci dalam kitab Yakobus (juga terdapat di 1:17,25; 3:2). Dalam bahasa asli, kata ini menekankan keutuhan dan integritas. Menjadi “sempurna” dalam hidup berarti perbuatan kita sehari-hari bersumber dari dan selaras dengan keyakinan kita. Sebaliknya, hidup bebal, dalam arti tidak ada keselarasan antara perkataan dan keyakinan, sama saja dengan menjalani hidup yang terpecah dan terbelah. Sepanjang suratnya, Yakobus menyoroti setiap perilaku yang nyata-nyata berlawanan dengan apa yang dituntut oleh iman yang sejati kepada Kristus, sekaligus mendorong orang percaya untuk menolak setiap hal yang tidak konsisten bagi keutuhan yang bisa kita miliki di dalam Yesus. –Monica La Rose.

Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini:

About Yohanes Simatupang

Staff Biro Infokom

View all posts by Yohanes Simatupang →