Di Manakah Allah?

Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. –Yeremia 29:13

Baca: Yeremia 29:4-7, 10-14

Where’s Waldo? (Di Mana Waldo?) adalah seri buku puzzle untuk anak-anak karya Martin Handford yang terbit pertama kalinya pada tahun 1987. Karakter Waldo yang sulit ditemukan itu mengenakan kaus, kaus kaki, dan topi bergaris-garis merah-putih, celana jins, sepatu bot coklat, dan kacamata. Dalam ilustrasi yang rumit, Handford dengan cerdik menyembunyikan Waldo di antara keramaian orang-orang yang memenuhi berbagai lokasi di seluruh dunia. Waldo tidak selalu mudah ditemukan, tetapi penciptanya berjanji para pembaca akan selalu dapat menemukannya. Meskipun mencari Allah tidak seperti mencari Waldo dalam buku puzzle, Pencipta kita juga berjanji kita dapat menemukan-Nya.

Melalui Nabi Yeremia, Allah mengajar umat-Nya bagaimana hidup sebagai orang buangan (Yer. 29:4-9). Dia berjanji akan melindungi mereka sampai saatnya Dia memulihkan mereka sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna (ay. 10-11). Allah meyakinkan umat Israel bahwa pemenuhan janji-Nya akan menguatkan komitmen mereka untuk berseru kepada-Nya dalam doa (ay. 12).

Sekarang, meski Allah telah menyatakan diri-Nya melalui kehadiran Kristus dan Roh Kudus, mudah bagi kita untuk teralihkan oleh kesibukan duniawi. Kita bahkan mungkin tergoda untuk bertanya, “Di manakah Allah?” Akan tetapi, Sang Pencipta dan Penopang segala sesuatu menyatakan bahwa mereka yang mencari Dia pasti akan menemukan-Nya jika mereka mencari-Nya dengan segenap hati (ay. 13-14).

Oleh: Xochitl Dixon

Renungkan dan Doakan
Hal apa saja yang mengalihkan perhatian dan menghalangi Anda untuk mencari Allah melalui pembacaan Alkitab dan doa? Bagaimana Allah sendiri telah menarik Anda berfokus kepada-Nya, ketika kesibukan cenderung menjauhkan Anda dari-Nya?

Allah Pencipta dan Pemelihara yang Mahakasih, tolonglah aku untuk datang kepada-Mu setiap hari dengan segenap hati, dan percaya bahwa Engkau pasti menepati janji-janji-Mu.
Amin….
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu…

WAWASAN
Allah memakai bangsa Asyur dan Babel untuk menghukum umat-Nya atas ketidaksetiaan mereka (Yeremia 1:15-16; 5:15-17). Israel dihancurkan total oleh bangsa Asyur pada tahun 722 SM, tetapi Allah tidak mengizinkan bangsa Babel melakukan hal yang sama terhadap Yehuda (5:18-19; 2 Raja-Raja 17:18-20). Meskipun kemudian Yehuda tinggal di Babel selama tujuh puluh tahun (Yeremia 25:11), Allah berjanji akan “mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan . . . membawa mereka kembali ke negeri ini” (24:6). Yeremia menegaskan bahwa Allah akan membawa mereka kembali setelah tujuh puluh tahun tersebut genap (29:10). Sementara itu, mereka diperintahkan untuk berumah tangga di Babel (ay. 4-9). –K.T. Sim

Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini: