Dipelihara oleh Kasih

Aku menjadikan kamu dan tetap memelihara kamu. Yesaya 46:4 (BIS)

Cucu laki-laki saya yang berusia empat tahun duduk di pangkuan saya sambil menepuk-nepuk kepala saya yang botak. Setelah mengamatinya lekat-lekat, ia bertanya, “Kakek, rambut Kakek mana?” “Oh,” saya tertawa, “Makin lama makin habis.” Wajahnya berubah serius, lalu ia berkata, “Sedih sekali. Nanti aku kasih rambutku untuk Kakek.”

Saya tersenyum mendengar kesedihannya dan memeluknya lebih erat. Beberapa saat kemudian, saat mengingat kasihnya untuk saya, saya jadi teringat pada kasih Allah yang murah hati dan tanpa pamrih.

G. K. Chesterton menulis: “Kita telah berdosa dan menjadi tua, dan Bapa kita lebih muda daripada kita.” Maksudnya adalah, “Yang Lanjut Usianya” (Dan. 7:9) tidak ternoda oleh kebusukan dosa. Allah itu kekal dan sangat mengasihi kita dengan kasih yang tak pernah goyah atau pudar. Dia sepenuhnya bersedia dan sanggup memenuhi janji yang Dia buat kepada umat-Nya dalam Yesaya 46: “Aku tetap Allahmu sampai kamu tua; dan tetap menjaga kamu sampai kamu beruban. Aku menjadikan kamu dan tetap memelihara kamu, Aku akan menolong dan menyelamatkan kamu” (ay. 4 BIS).

Lima ayat kemudian, Allah menjelaskan, “Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (ay. 9). “AKULAH AKU” (Kel. 3:14) yang mahabesar begitu mengasihi kita hingga Dia rela mati di kayu salib untuk menanggung dosa kita sepenuhnya, agar kita berbalik kepada-Nya, terbebas dari beban kita, dan dengan penuh syukur menyembah Dia untuk selamanya!

Oleh: James Banks
Renungkan dan Doakan

Bagaimana Allah memelihara Anda hari lepas hari? Bagaimana Anda dapat memperoleh kekuatan baru dari-Nya saat ini?

Tuhan Yesus, Juruselamatku yang agung, aku sangat bersyukur karena kasih-Mu bagiku tak pernah pudar! Tumbuhkanlah kasihku kepada-Mu. Amin….. Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu….

WAWASAN

Melalui perkataan Nabi Yesaya, Allah membandingkan kekuatan dewa-dewa orang Babel dengan diri-Nya sendiri. Dewa yang disebut secara khusus adalah Bel dan Nebo (Yesaya 46:1-2). Bel, yang juga dikenal sebagai Merodakh (Yeremia 50:2), adalah dewa pemimpin Babel dan dewa junjungan orang Kasdim, serta dianggap dewa yang mengatur segalanya, termasuk nasib. Nebo dipercaya sebagai anak Merodakh dan dewa yang mahatahu serta mahamelihat. Dengan gaya ironi, Allah menyatakan suatu perbuatan yang tidak dapat dilakukan kedua dewa tersebut, yaitu menyelamatkan umat-Nya (Yesaya 46:3-7). –J.R. Hudberg

ANDA BISA MEMBERIKAN DAMPAK YANG LEBIH BERARTI – BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini: