Ibadah Inkulturasi Batak Toba: Meriahkan Puncak Tahun Keluarga HKI Resort Khusus Martoba

PEMATANGSIANTAR (MBW)- Perayaan acara puncak tahun keluarga di HKI Resort Khusus Martoba digelar dengan ibadah inkuluturasi Batak Toba berlangsung hikmat dan meriah, Minggu (18/10).

Acara pucak tahun keluarga dirangkai dengan pesta pembangunan HKI Resort Khusus Martoba. Alunan musik gondang Batak Toba yang mengiringi kebaktian menambah suasana damai diantara keluarga yang hadir.

Kebaktian yang digelar serentak/digabung (kebaktian pagi, sekolah mingu dan kebaktian minggu) membuat jemaat harus duduk bersempit-sempitan. Bahkan beberapa jemaat harus kebaktian di luar gedung gereja. Puji Tuhan, kebaktian dapat berjalan lancar dan hikmat.

Pdt Janiandar Pasaribu MTh dalam kotbahnya yang diambil dari nats Kejadian 32:22-31, ‘Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang’.

Latarbelang kehidupan Yakub mungkin sangat segar tetap diingatan kita. Bagaimana Yakub mengambil hak kesulungan Esau hanya karena Esau menginginkan kacang merah buatan Yakub. Kemudian Yakub mendapatkan berkat ayahnya Ishak sebagai anak sulung yang seharusnya di terima oleh Esau. Maka dari itu, Yakub akhirnya lari ke padang Aram, karena Esau pun menaruh dendam atas Yakub.

Sekarang, setelah Yakub menjadi orang yang kaya, dia ingin pulang ke Kanaan. Tetapi hatinya masih diselimuti rasa takut jika dia bertemu dengan Esau.

Namun ketika Yakub sedang berpikir-pikir tentang bagaimana nantinya sikap Esau terhadapnya, tiba-tiba Yakub berjumpa dengan seorang dan bergulat dengan dia hingga fajar menyingsing (ay. 24). Namun, akhirnya Yakub semakin menyadari bahwa seorang yang bergulat dengannya bukanlah orang biasa dan memiliki kuasa ilahi.

Maka dari hatinya bangkitlah niat untuk memiliki kuasa ilahi seperti yang dimiliki seorang yang menjadi lawannya itu. Hal ini sangat jelas terlihat dari ucapannya ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (ay 26). Dari sini kita dapat melihat bagaimana Yakub begitu rakusnya ingin memiliki kekuatan dan berkat sebagaimana yang dimiliki oleh lawannya itu.

Lawannya tadi tidak meninggalkannya, juga tidak memberikan permintaan Yakub. Dikatakan di ayat 27 bahwa Yakub haruslah terlebih dahulu memberitahukan namanya. Pada masa itu, “Nama” bukanlah hanya sekedar kata. Sebuah nama sangat erat hubungannya dengan pribadi yang memiliki nama tersebut. Sebuah nama akan memperlihatkan jati diri seseorang, maka jika seseorang menyebutkan namanya, berarti dia sedang menyatakan tentang dirinya.

Pemaknaan suatu nama dapat kita lihat contohnya pada orang Batak. Dahulu bagi orang Batak, nama bagi seseorang adalah sangat sakral, sebab sebuah nama memiliki hubungan dengan jiwa yang memiliki nama tersebut. Maka orang Batak akan sangat sungkan menyebutkan nama orang lain (Itulah sebabnya banyak nama orang batak yang menggunakan singkatan yang dilanjutkan dengan marga. Contoh: B Simbolon)

Tetapi Yakub harus menyebutkan namanya kepada lawannya tadi, supaya nyata kelihatan sikap dan perilaku dari Yakub (Yakub = Penyerobot). Maka dengan menyebutkan namanya, dia telah menyebutkan dan mengakui dosanya yang dahulu. Dapatlah dikatakan bahwa permintaan penyebutan nama itu adalah bentuk pengakuan dosa.

Tuhan mendengarkan permintaan Yakub karena kegigihannya dan mendapatkan nama yang baru. Artinya, Yakub telah mendapatkan kasih karunia Tuhan, itulah yang menjadi kemenangannya.

Tetapi Tuhan tidak membiarkan namaNya diperalat oleh manusia. Tuhan tidak dapat dipaksa oleh manusia. Tuhan memiliki kedaulatan dalam menyatakan kuasaNya, apa yang terbaik bagi manusia ada dalam pertimbanganNya. Itulah sebabnya nama orang yang bergulat dengannya itu tidak diberitahukan dan ia harus merendahkan dirinya untuk menghentikan permintaannya itu.

Apa yang diperbuat kepada Yakub ini memperlihatkan pada kita, bahwa Tuhan memiliki kehendak bebas, bahwa manusia tidak bisa mengatur Tuhan. Hanya satu yang bisa mengikatNya yaitu kasih karuniaNya. Kita tdak akan mendapatkan berkat Tuhan jika bukan dari kuasaNya. Kita tidak akan bisa mendapatkan kemenangan di dalam roh, jika kita tidak terlebih dahulu dikalahkan oleh kasihNya.

Setelah berita ini, kita dapat melihat bagaimana Yakub dengan hidup yang baru dapat berjumpa dengan Esau dan mereka berdamai. Ini adalah kabar baik untuk mengangkat kita mengalahkan manusia lama setelah kita dimenangkan oleh kasih karunia Tuhan.

Songon dia pe persoalan ni keluarga bolo marhitei Tuhan, sude persoalan ni rumah tangga i ikkon denggan. Ikkon sude do peduli tu hasadaon ni rumah tangga. Sipadao on do angka akal-akal, persekongkolan. Jala on ma pesan sian Tahun Keluarga HKI 2016 na ta adopi di tingki on. Melalui Tahun Keluarga Tahun 2016, HKI semakin kuat iman,” jelas Pdt Janiandar Pasaribu MTh mengakhiri kotbahnya. (MBW/RAN)

Bagikan Postingan ini: