KITA ADALAH SATU

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.”

Baca: Roma 12:1-5

Dalam komunitas pertanian yang kecil, suatu kabar dapat menyebar dengan cepat. Beberapa tahun setelah bank menjual tanah pertanian yang telah dimiliki keluarganya berpuluh-puluh tahun, David mendengar properti itu akan dijual kembali. Setelah banyak berkorban dan menabung, David tiba di pelelangan dan bergabung dengan orang banyak yang terdiri dari hampir dua ratus petani setempat. Apakah penawaran David yang kecil akan cukup? Ia mengajukan penawaran pertama, lalu menantikan dengan cemas saat juru lelang meminta penawaran lebih tinggi. Namun, para petani lainnya tetap diam sampai juru lelang mengetuk palu. Mereka telah menempatkan kebutuhan David dan keluarganya di atas keuntungan finansial mereka sendiri.

Kisah kerelaan para petani untuk berkorban tadi menjadi contoh cara hidup pengikut Kristus yang diajarkan Rasul Paulus. Paulus memperingatkan kita agar tidak “menjadi serupa dengan dunia ini” (Rm. 12:2), yang menempatkan kepentingan sendiri di atas kepentingan orang lain dan berjuang keras demi pencapaian diri sendiri. Sebaliknya, kita dapat percaya bahwa Allah akan memenuhi kebutuhan kita di saat kita melayani orang lain. Saat Roh Kudus memperbarui pikiran kita, kita dapat menyikapi keadaan yang ada dengan kasih dan motivasi yang memuliakan Allah. Mendahulukan orang lain akan menolong kita untuk tidak memandang diri sendiri terlalu tinggi, seperti yang diingatkan Allah bahwa kita adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar, yaitu gereja (ay. 3-4).

Roh Kudus menolong orang percaya memahami dan mematuhi firman Tuhan. Dia memampukan kita untuk memberi tanpa pamrih dan mengasihi dengan murah hati, sehingga kita semua dapat bertumbuh bersama sebagai satu kesatuan.

Oleh: Xochitl Dixon

Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dapat menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan Anda sendiri? Bagaimana iman Anda telah dipengaruhi oleh tindakan seseorang yang menempatkan kebutuhan Anda di atas kebutuhannya sendiri?

Allah Bapa, lepaskanlah aku dari keegoisanku, supaya aku dapat mengasihi tanpa pamrih dan menjadi satu dengan saudara-saudariku di dalam Kristus.
Amin….

Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu.

WAWASAN
Roma 12 menandai suatu titik balik dalam surat Paulus. Sebelumnya, sang rasul telah menjelaskan tentang karya Allah dalam penyelamatan, menggambarkan Yesus sebagai Adam kedua yang datang untuk menebus apa yang terhilang karena ketidakpatuhan leluhur pertama kita di Taman Eden. Sekarang ia memalingkan perhatiannya kepada penerapan keselamatan itu oleh mereka yang telah ditebus lewat pengorbanan Kristus. Penerapan itu diawali dengan mereka yang telah ditebus menjadi “persembahan yang hidup” (ay. 1). Fokusnya adalah untuk menjadi berguna bagi Allah di dalam kehidupan sesama. Itu diikuti dengan serangkaian karunia rohani yang diberikan untuk memperlengkapi anak-anak Allah dalam pelayanan mereka kepada sesama (ay. 3-8). Daftar karunia rohani yang lain terdapat dalam 1 Korintus 12:7-11, dan daftar peranan kepemimpinan (karunia kepada jemaat) terdapat di Efesus 4:11. Melalui pengadaan berbagai karunia dan peranan tersebut, Roh Kudus memampukan kita untuk menjadi berguna di dalam pelayanan rohani kita. Bill Crowder

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini: