Kunjungan ELCA ke Kantor Pusat HKI

Kunjungan Evangelical Lutheran Church in America (ELCA) ke Kantor Pusat HKI

Kesempatan yang sangat baik di mana Huria Kristen Indonesia memiliki kesempatan untuk bertemu serta berdiskusi dengan dua orang pendeta dari Evangelical Lutheran Church in America (ELCA). Pertemuan itu berlangsung pada Sabtu (1/10/2022) pagi di Kantor Pusat HKI. Tamu dari ELCA tersebut adalah Rev. Dr. Franklin Ishida (ELCA Director for Asia and the Pacific) bersama Rev. Jessica Derise (ELCA Regional Asia Representative).

Baca Juga: PP HKI Menyampaikan Boras si Pir ni Tondi

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) HKI Pdt. Hotman Hutasoit, M.Th, Kepala Departemen (Kadep) Koinonia Pdt. Salome Nainggolan, S.Th, MM, Kadep Diakonia Pdt. Rama Yanti Simorangkir, S.Th, MA, Kadep Umum Pdt. Riston E. Sihotang, S.Si, M.Hum serta Kadep Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pdt. Dr. Amran Simangunsong. Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi dan sharing seputar pelayanan HKI. Pertemuan diawali dengan perkenalan singkat sejarah Gereja HKI yang disampaikan oleh Sekjend HKI. Lebih lanjut pengenalan tentang HKI juga disaksikan melalui pemutaran video singkat “Sejarah HKI dari Masa ke Masa”.

Setelah memperkenalkan HKI dan sejarahnya dilanjutkan dengan diskusi seputar pelayanan HKI. Dalam diskusi tersebut dipaparkan beberapa fokus program yang akan dikerjakan oleh masing-masing Departemen.

Kepala Departemen (Kadep) Umum HKI Pdt. Riston E. Sihotang, S.Si, M.Hum mempresentasikan rencana program “Pelayanan HKI Berbasis Teknologi Digital” yang disaksikan secara antusias oleh PP HKI, para Kepala Departemen serta Tamu dari ELCA. Foto: Yohanes Simatupang.

Dalam presentasinya, Kadep Umum HKI mempresentasikan fokus pelayanan yang akan digalakkan oleh Departemen Umum, yaitu pelayanan gereja berbasis teknologi digital.

Dilanjutkan dengan presentasi dari Departemen Litbang yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Amran Simangunsong. Ia menyampaikan bahwa ke depan HKI akan fokus dalam pengembangan sumber daya melalui program studi lanjut para pelayan. Program ini diharapkan dapat menunjang kemajuan HKI ke depan.

Dari sisi Diakonia Pdt. Ramayanti Simorangkir S.Th, MA selaku Kepala Departemen Diakonia menyampaikan bahwa HKI mengucapkan terima kasih banyak untuk ELCA karena telah mendukung pelayanan HKI selama masa Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan bahwa HKI akan fokus dalam pelayanan berbasis Diakonia, khususnya pelayanan dalam bidang ekologi. Ada yang menarik dari diskusi di sesi ini, Rev. Jessica menanyakan bagaimana pelayanan HKI yang memperhatikan kesetaraan gender serta pelayanan dalam bidang disabilitas. Kadep Diakonia menyampaikan bahwa isu gender bukanlah sesuatu yang baru di HKI bahkan sudah melakukanya sebab dalam HKI hal itu telah mengalir begitu saja. Umpamanya dapat dilihat dari kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk melayani Tuhan lewat jabatan struktural di gereja seperti penatua dan pendeta. Bahkan dalam enam struktur Kepala Departemen di Kantor Pusat HKI dua di antaranya adalah perempuan. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa HKI juga aktif dalam pelayanan di bidang disabilitas. Hal ini dapat dilihat misalnya terdapat beberapa orang Pendeta HKI yang merupakan penyandang disabilitas, meski demikian mereka memiliki kesempatan yang sama untuk melayani Tuhan. Rev. Jessica terlihat sangat senang atas pemaparan tersebut. Ia menambahkan bahwa memang gereja harus peduli dengan pelayanan dalam bidang kesetaraan gender serta pelayanan dalam bidang disabilitas. Ia sendiri mengatakan bahwa fokus utama pelayanannya di ELCA adalah tentang kesetaraan gender.

Foto bersama Pucuk Pimpinan HKI, Para Kepala Departemen dengan Tamu dari ELCA. Foto: Yohanes Simatupang.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Departemen Koinonia yang menangani bidang persekutuan di HKI. Pdt. Saloma Nainggolan, S.Th, MM menyampaikan bahwa peranan Departemen Koinonia sangat penting dalam persekutuan gereja. Dalam Gereja HKI sendiri Departemen Koinonia setiap tahunnya mengadakan buku-buku bahan pengajaran firman Tuhan kepada kelompok kategorial dalam jemaat seperti, Sekolah Minggu, Persekutuan Pemuda, Kaum Ibu serta Kaum Bapak. Ia juga menyampaikan bahwa dalam kenyataannya perjalanan gereja tidak selalu mulus tanpa ada masalah, terdapat berbagai konflik yang harus dihadapi dan diselesaikan. Dalam beberapa kasus konflik di internal Gereja HKI, Departemen oinina melakukan berbagai pendekatan Kristiani agar konflik yang terjadi dapat diatasi dengan baik.

Kunjungi juga kanal YouTube HKI untuk mengetahui informasi seputar pelayanan HKI.

Setelah masing-masing Kepala Departemen memaparkan fokus kinerja dan program mereka tamu dari ELCA kemudian memberikan tanggapan dan pandangan. Tidak diduga bahwa mereka sangat senang dengan progres kapasitas pelayanan HKI saat ini. Berdasarkan program-program yang sudah disampaikan pihak ELCA mengaku cukup bangga dengan pola pelayanan yang ada di HKI. Terlebih dalam peningkatan pelayanan berbasis teknologi digital, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan mengembangkan program studi lanjut, pelayanan Diakonia yang menyentuh aspek-aspek kesetaraan gender serta pelayanan dalam bidang disabilitas, maupun penyediaan bahan ajar firman Tuhan bagi kategorial di jemaat HKI. Karenanya ELCA berjanji akan turut serta mendoakan dan membantu hal-hal apa yang dapat mereka bantu untuk menunjang pelayanan di HKI.

Sekjend HKI memberikan kenang-kenangan berupa Logo HKI kepada Rev. Dr. Franklin Ishida dan Rev. Jessica Derise. Foto: Yohanes Simatupang.

Setelah kegiatan diskusi dan sharing selesai, sebagai tanda salam kehangatan dari HKI, Sekjend HKI memberikan sebuah kenang-kenangan kepada kedua orang tamu dari ELCA tersebut. Kenang-kenangan yang diberikan adalah berupa Logo HKI yang terbuat dari kayu. Dalam sesi ini secara sekilas Sekjend HKI menjelaskan makna dari logo tersebut. Dengan rasa haru, Rev. Dr. Franklin mengatakan bahwa Logo HKI adalah logo yang paling simpel dari berbagai logo gereja yang pernah ia temui, meski demikian (red) “memiliki makna yang sangat dalam,” ujarnya.

Rev. Dr. Franklin Ishida memberikan kenang-kenangan kepada Sekjend HKI. Ishida menyebutnya “Bulu dari Amazon”. Foto: Yohanes Simatupang.

Tidak lupa, tamu dari ELCA juga memberikan kenang-kenangan yang Rev. Dr. Franklin sendiri menyebutnya sebagai “Bulu dari Amazon” atau Amazon Feather. Kenang-kenangan itu ia beli ketika berkunjung ke Amazon. Ia kemudian secara singkat menjelaskan makna yang disimbolkan oleh bulu tersebut. Kegiatan kemudian diakhiri dengan berfoto bersama. Tidak lupa pertemuan tersebut ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Sekjend HKI menggunakan Bahasa Toba.

Mari kita doakan agar kerja sama HKI dengan ELCA dapat terjalin dengan baik.

Pewarta:
Timothy P. Saragi

Bagikan Postingan ini:

About Timothy Saragi

Staf Biro Infokom HKI

View all posts by Timothy Saragi →