Minggu Paralealeon, Pdt. Dr. Batara Sihombing, M.Th : Hidup Maraleale Menjadi Ciri Orang Percaya

Kerinci – Sekjen Pdt. Dr. Batara Sihombing, M.Th beserta inang disambut baik dan antusias  oleh Jemaat saat kunjungan pastoral sekaligus perayaan Minggu parelaleaon di HKI Resort Pangkalan Kerinci – Riau. Hidup bersaudara (baca : maraleale) menjadi identitas orang kristen sebagai tema utama dalam ibadah minggu yang dihadiri 300an orang tersebut. (18/9)

Pdt. Dr. Batara Sihombing, M.Th,  khotbahnya 1 Timoteus 6:6-12 menyampaikan, “Hidup bersaudara (maraleale) menjadi ciri orang percaya. Hidup dengan tidak mencari  perbedaan apalagi merendahkan dan menyalahkan. Sebaliknya, hidup maraleale mengandalkan kasih, saling menerima dan mau berbagi. Keakraban dan kasih adalah landasan hidup dalam maraleale di dunia ini dan di Surga kelak.”

“Jemaat EKK HAMM Jerman sangat senang mendengar dan selalu ingin tahu pelayanan di HKI dan perkembangannya. Lebih-lebih pelayanan di Panti Asuhan Zarfat HKI, selalu mereka  rindukan. Sebab PA Zarfat, mereka rasakan betul-betul sebagai anaknya juga. Ini salah satu  wujud kemitraan (paralealeon) yang ditunjukkan EKK HAMM dengan HKI, ungkap Sekjen melanjutkan khotbahnya. Pelayanan yang didampingi Pdt. Invokavit Hutabarat, S.Th sebagai liturgis dalam pelayanan minggu tersebut.

Pada acara ramah-tamah setelah ibadah, Inang Sekjen Desri br. Sumbayak menceritakan, “tantangan pelayanan di Jerman dan Indonesia sangat berbeda, tetapi tetap membutuhkan dukungan, untuk saling mendoakan. Kristen di Indonesia karena minoritas sering menghadapi hambatan dalam kebebasan beribadah. Sedangkan di Jerman, bebas beribadah, gedung gereja besar dan megah, tetapi yang beribadah sangat sedikit. Hanya golongan yang sudah tua dan janda-janda”.

Saat ini pelayanan di Jerman adalah “menyambut dan menerima para pengungsi dari Timur Tengah. Mereka melayani dengan kasih walaupun tidak mengajaknya untuk memeluk kekristenan. Tetapi para pengungsi ini dapat merasakan kasih Tuhan dari setipa orang percaya di Jerman. Gereja EKK HAMM Jerman sangat mengharapkan dukungan doa dari Indonesia dalam pelayanan ini” tutur Inang Desri br. Sumbayak.

Sekjen juga menambahkan, “bantuan dari Jerman yang kita terima untuk PA Zarfat HKI adalah persembahan dari jemaat yang sudah tua dan para janda. Mereka menyisihkan dari dana pensiunnya untuk dikirimkan ke Zarfat. Keramahan dan keinginantahuan serta berbagi dari menjadi ciri paralealeon HKI dengan gereja EKK HAMM”.

“Khotbah dan ramah tamah dengan penuturan paralealeon tersebut sangat menggugah hati kami, jemaat HKI Kerinci. Kami berharap, momen berharga ini semakin menyemangati kami dalam penginjilan ini. Wujud paralelaeon dalam berbagi kasih Tuhan dengan sesama umat Tuhan. Daerah Kerinci, kami harapkan  dapat menjadi sentra penginjilan HKI di Riau. Sebab banyaknya umat Tuhan yang belum di layani, serta pesatnya perkembangan pemukiman baru di daerah ini” harap pendeta HKI Resort Kerinci Pdt. Invokavit Hutabarat, S.Th.

Setelah ibadah dan ramah tamah ini, Sekjen dan inang diundang kerumah Pendeta Resort untuk makan bersama sekaligus membahas penginjilan HKI di Kerinci – Riau. (MBW/BN).

Bagikan Postingan ini: