Peletakan Batu Pertama HKI Pangkalpinang (Membangun dengan Kekuatan Jemaat, Keyakinan dan Niat Tulus)

Peletakan Batu Pertama HKI Pangkalpinang

PANGKALPINANG (MBW)- Puji Tuhan! Akhirnya jawaban doa akan kerinduan pembangunan HKI Pangkalpinang yang ditandai dengan peletakan batu pertama terjawab sudah. Segenap jemaat, para panitia memulai pembangunan gedung gereja dengan keyakinan dan niat tulus.

 HKI Pangkalpinang berdiri pada tanggal 23 Oktober 2011, berawal dari prakarsa 5 KK membuat kesepakatan untuk mendirikan HKI di Pangkalpinang. Ke-5KK ini adalah anak HKI di perantauan (di Pulau Bangka). Ke-5 KK ini bertemu keluarga salah seorang keluarga pendeta, yakni keluarga Pdt Rudy Nababan STh dan membuat kesepakatan supaya memulai ibadah di rumah Keluarga M Sinaga/br Tampubolon pada tanggal 23 Oktober 2011.

Demikian kebaktian itu berlangsung dan berpindah-pindah di rumah jemaat. Dengan pertambahan jemaat, disepakati untuk menumpang di GKPS Pangkalpinang, dan berlangsung sekitar 1 tahun.

Pada tahun 2012 akhir, disepakati untuk membangun parlapelapean di atas tanah 25×30 meter yang dibeli oleh jemaat, dan selanjutnya sekarang adalah tempat pendirian bangunan gereja baru yang permanen.

Seperti kebanyakan gereja baru di perantaun, banyak tantangan yang dihadapi, termasuk penolakan dari sebagian kecil warga sekitar dan pernah mendapat surat somasi dari salah satu ormas keagamaan.

Belakangan, jumlah jemaat sekarang ini berkembang menjadi 26 KK, dan saat ini dilayani oleh Pendeta Keyboard Seal SR Munthe STh.  Dan perjuangan untuk memperoleh IMB tetap diupayakan. Sekitar 3 tahun proses itu tetap berlangsung dan dengan bantuan dari pejabat pemerintahan yang beragama Kristen, pada akhirnya pada tanggal 7 November 2016 IMB pun diterbitkan oleh pemerintah kota. Karena IMB sudah dipegang, maka tantangan selanjutnya adalah membangun gereja yang lebih permanen.

Selanjutnya panitia pembangunan dibentuk, dan atas upaya dan semangat seluruh panitia dan jemaat, maka diputuskan bahwa peletakan batu pertama pembangunan gereja akan dilaksanakan pada 24 April 2017.

Puncak acara, yakni pada Minggu 24 April 2017, dimulai dengan ibadah Minggu yang dilayani langsung oleh Ephorus MP Hutabarat STh MM didampingi Praeses HKI Daerah VIII Pdt Hasiholan Simangunsong, Pendeta Resort HKI Pangkalpinang Pdt Keyboard Seal Munthe , pendeta yang pernah melayani di HKI Pangkalpinang yaitu Pdt Rudy Nababan STh dan Pdt Togos Sinaga yang datang dari Jakarta bersama rombongan PA Gracia.

Ephorus HKI Pdt MP Hutabarat STh MM, saat acara peletakkan batu pertama pembangunan gedung mengatakan, membangun rumah Tuhan bukan hanya membangun fisik semata tetapi harus diimbangi dengan membangun rohani jemaat.

Menurut Ephorus, kerelaan, sukacita dan kerjasama harus ada dalam diri semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung gereja ini sehingga seberat apapun pekerjaan yang dilaksanakan, pasti akan bisa diselesaikan. “Kita membangun dengan kekuatan jemaat, keyakinan dan niat yang tulus,”  ungkap ephorus.

Ephorus HKI pada kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada para pendeta, majelis dan jemaat HKI Pangkalpinang serta panitia pembangunan yang telah berupaya mendukung pembangunan ini sembari berharap adanya komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan hidup inter maupun antar umat beragama. Tak lupa ephorus mengucapkan terimakasih kepada para donateur dan juga rombongan PA Gracia dan musik tiup plus keluarga DKN Arnold Harianja dan ibu boru Simamora serta beberapa keluarga dan anak dari anggota PA Gracia yang jauh datang dari Jakarta untuk suksesnya acara ini.

Untuk memeriahkan pesta peletakan batu pertama ini, salah satu lembaga Ama yang ada di Jemaat Cawang Cililitan yaitu PA GRACIA hadir untuk menyaksikan peristiwa bersejarah itu.  Dengan jumlah rombongan sebanyak 40 orang lebih (26 anggota PA Gracia, keluarga Dkn Arnold Harianja, Pdt Togos Sinaga MTh, Pdt Samuel Pierre Panggabean STh, dan beberapa keluarga dari anggota PA Gracia dan group musik tiup (brass ensemble) HKI Cawang Cililitan. Tidak ketinggalan keyboardist yang sudah cukup dikenal di ibukota yaitu Franz Tagor Silaban.  Pada 23 April 2017 rombongan berangkat dari bandara Sukarno Hatta menuju bandara Pangkalpinang yang ditempuh kurang dari 1 jam.

Iringan musik dan lagu dilayani oleh anggota PA Gracia sendiri yaitu brass ensemble yang terdiri dari St Ben Tobing, Efendy Lod Simanjuntak SH MH Jintar Harianja, Windy Sihombing, Jose Cortez Purba, Hasudungan Tambunan dan Samuel Sinaga dan keyboard oleh Franz Tagor Silaban.  Persembahan lagu koor dipersembahkan PA Gracia sebanyak 2 lagu yaitu Kasih Setia dan Las Ni Roha Sian Surgo.

Rangkaian acara berakhir hampir menjelang malam, dan dengan perasaan sukacita  karena suksesnya acara, semua kembali ke kediaman masing-masing dengan sukacita. Kiranya Tuhan memberkati segala pelayanan kita. Maju terus dalam melayani Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (rel/ran)

Bagikan Postingan ini: