“Pemuda Sadar Teknologi Digital”

Revolusi industri 4.0, telah mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang, yang memberikan tantangan dan peluang bagi generasi muda yang kita sering namai sebagai generasi milenial. Trend perkembangan teknologi ini telah menempatkan perusahaan ekosistem digital mampu menguasai ekonomi dunia saat ini. Sangat penting bagi generasi milenial dalam menguasai teknologi sejak dini, dan mengembangan soft skill dan hard skill untuk menunjang pekerjaanya di masa mendatang pada saat memasuki usia produktif. Hal yang harus dipersiapkan generasi milenial adalah peningkatan mutu atau kualitas diri agar nantinya mampu menjadi SDM yang unggul, kompetitif, dan produktif. 

Ditengah upaya untuk meraih peluang tersebut, muncul sebuah tantangan, yakni wabah penyakit. Wabah virus Corona, yang telah menyandera dunia sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, telah membawa dampak yang besar bagi generasi milenial. Melambatnya ekonomi selama masa pandemi telah mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan dan generasi muda yang baru memasuki dunia kerja, terpukul keras oleh situasi ini. Situasi ini bertambah berat bagi anak muda di kawasan terpencil, dimana risiko pengangguran berpotensi semakin serius dengan adanya kesenjangan digital selama pandemi. Ketika anak muda di perkotaan lebih cepat beradaptasi dan berkembang di tengah digitalisasi, anak muda di pedesaan masih kesulitan mengimbangi minimnya akses dan infrastruktur digital. Berdasarkan data UNICEF tahun 2020, setidaknya 30 persen pelajar di seluruh dunia kekurangan akses dan infrastruktur teknologi untuk berpartisipasi dalam pembelajaran daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Agustus 2020 menyatakan lebih dari 42.000 sekolah masih belum terakses internet. Dalam jangka panjang, disparitas digital dapat semakin memperlebar ketimpangan sosial-ekonomi dan menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam daya saing serta keterampilan sumber daya manusia.

Situasi ini membutuhkan perhatian yang serius dari seluruh pihak, mengingat bahwa saat ini Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraannya dimana kemajuan teknologi digital memudahkan dan menyederhanakan dalam berbagai hal. Karena itu peningkatan kualitas sumber daya manusia, secara khusus generasi melenial, perlu ditingkatkan dimasa pemulihan yang saat ini terjadi di berbagai belahan dunia dari pandemic virus Corona.

Untuk itu, Kantor Pusat HKI, melalui Kepala Departemen Umum, merancang sebuah program bertema:”Pemuda Gereja Sadar Teknologi Digital” yang dilaksanakan di 5 Daerah pelayan HKI. Untuk yang pertama dilaksanakan di HKI Daerah III Toba, tepat di HKI Balige Kota, pada tanggal 1 Februari 2022. Kegiatan seminar sehari ini diikuti 81 orang pemuda yang ada di HKI Daerah III Toba. Melalui seminar sehari ini, diharapkan dapat membantu kaum muda untuk memahami dan mengerti perkembangan teknologi digital saat ini. Perkembangan teknologi digital ini membawa dampak positif di berbagai bidang, seperti kewirausahaan dan bisnis, ekonomi perbankan, pendidikan, kesehatan, transportasi, penelitian dan lain sebagainya. Teknologi digital menyederhanakan banyak hal termasuk menciptakan banyak profesi baru.

Dalam seminar sehari ini, hadir sebagai pembicara pertama, Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum. Bapak Pendeta Sihotang, yang juga merupakan Kepala Departemen Umum HKI, menekankan pentingnya kaum muda mengerti dan menguasai penggunaan teknologi digital yang dapat dimaksimalkan sebagai media penginjilan. Pembicara kedua, Eka Dalanta, S.S. menekankan pentingnya cerdas dalam bermedia sosial. Di akhir Seminar ini, Praeses Daerah III Toba, Pdt. Saidon Ambarita, didampingi para pendeta HKI Daerah III, sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap tidak berhenti pada seminar, namun berlanjut pada pelatihan yang akan semakin memperlengkapi para pemuda di Daerah III.

Pdt. Riston Eirene Sihotang menyampaikan sajian berjudul:”Pemuda Gereja dan Teknologi Digital: Bermisi di tengah Perkembangan Teknologi Digital”, HKI Balige Kota 1 Februari 2022
Eka Dalanta S.S, menyampaikan seminar dengan judul: “Cerdas berliterasi Digital”, HKI Balige Kota 1 Februari 2022.
Foto bersama Praeses Daerah III, para Pendeta HKI Daerah III, Pdt. Riston Eirene Sihotang, Eka Dalanta, dan para pemuda se-Daerah III pada seminar “Pemuda Gereja Sadar Teknologi Digital”, HKI Balige Kota 1 Februari 2022.
Bagikan Postingan ini: