Doa-doa yang Belum Dijawab – Renungan Harian Rabu, 2 Februari 2022

Nas
Tuhan, berapa lama lagi? (bdk. Mazmur 6:4)

Bacaan
Mazmur 6

Sudah sampai belum? Belum. Sudah sampai? Belum. Demikianlah “permainan” kami sepanjang perjalanan mudik pertama (dan pasti bukan yang terakhir) selama enam belas jam dari Colorado ke Arkansas saat anak-anak kami masih kecil. Dua anak terbesar kami terus-menerus “memainkannya” dan kalau ada hadiah satu dolar untuk setiap kali mereka bertanya, saya pasti sudah kaya raya. Pertanyaan itu menjadi obsesi anak-anak saya, tetapi sebenarnya saya yang mengemudikan mobil juga terobsesi dengan pertanyaan, sudah sampai belum? Dan jawabannya, belum, sebentar lagi.

Jujur saja, hampir semua orang dewasa melontarkan pertanyaan tersebut, meski mungkin dalam bentuk yang berbeda dan tidak mengucapkannya keras-keras. Namun, alasan kita menanyakannya tidaklah berbeda: kita lelah dan mata kita “rabun karena sedih” (lih. Mzm. 6:8 BIS). Kita “lesu . . . karena mengeluh” (ay. 7) tentang segala hal, mulai dari berita sehari-hari, kesulitan di tempat kerja, pergumulan kesehatan yang tak habis-habisnya, sampai masalah relasi dan masih banyak lagi. Kita menjerit: “Apakah kita sudah sampai pada akhirnya? Berapa lama lagi, Tuhan, berapa lama lagi?”

Daud sang pemazmur mengenal dengan baik kelelahan semacam itu dan dengan jujur menyampaikan pertanyaan penting itu kepada Allah. Seperti orangtua yang peduli, Allah mendengar seruan Daud dan dalam belas kasihan-Nya yang besar menerima doanya (ay. 10). Daud tidak malu untuk meminta. Demikian pula, Anda dan saya dapat menghampiri Bapa kita di surga dengan keberanian untuk jujur berseru, “Berapa lama lagi?” Jawaban-Nya bisa jadi, “Belum anak-Ku, sebentar lagi. Percayalah kepada-Ku, karena Aku baik.”

Ditulis oleh:
John Blase

Renungkan dan Doakan
Mengapa Anda letih lesu sekarang dan bertanya-tanya, “Berapa lama lagi, Tuhan?” Apa yang Anda ketahui tentang Allah, yang menunjukkan bahwa Dia dapat dipercaya?

Bapa di surga, beban dunia membuatku bertanya, “Berapa lama lagi?” Terima kasih karena Engkau menerima doa-doa seperti itu. Berilah aku kekuatan untuk bersandar kepada-Mu di sepanjang hidupku.
Amin.

Selamat beraktivitas, Tuhan memberkati.

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini:

About Timothy Saragi

Staf Biro Infokom HKI

View all posts by Timothy Saragi →