Sama Seperti Kita, Demi Kita

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya. –Ibrani 2:17

Baca: Ibrani 2:10-18

Derek memperhatikan bahwa putranya tidak mau melepas baju sewaktu berenang. Ia tahu itu karena putranya merasa tidak nyaman dengan tanda lahir yang menutupi sebagian dada, perut, dan lengan kirinya. Demi menolong putranya, Derek menempuh proses panjang dan menyakitkan dengan menato badannya agar bisa memiliki tanda yang bentuknya mirip tanda lahir putranya.

Kasih Derek kepada putranya mencerminkan kasih Allah untuk anak-anak-Nya. Karena kita “adalah anak-anak dari darah dan daging” (Ibr. 2:14), Tuhan Yesus menjadi sama seperti kita dan mengambil rupa manusia. Dia “menjadi sama dengan [kita]” demi membebaskan kita dari kuasa maut (ay. 14). “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan [kita]” (ay. 17) agar Dia dapat mendamaikan kita dengan Allah.

Karena ingin menolong putranya mengatasi rasa minder, Derek menjadikan dirinya “sama” seperti putranya. Yesus menolong kita mengatasi masalah yang jauh lebih besar—perbudakan oleh dosa yang mendatangkan kematian. Dia melakukannya bagi kita dengan jalan menjadikan diri-Nya sama seperti kita, dan menanggung akibat dosa kita dengan mati menggantikan kita.

Kerelaan Yesus untuk menjadi sama dengan manusia tidak hanya memulihkan relasi kita dengan Allah. Kita juga dimampukan untuk mempercayai-Nya dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup. Saat menghadapi beragam cobaan dan kesusahan, kita dapat bersandar pada-Nya dan memohon kekuatan dari-Nya karena “Ia dapat menolong” kita (ay. 18). Seperti ayah yang penuh kasih, Dia mengerti dan peduli.

Oleh: Kirsten Holmberg

Renungkan dan Doakan
Bagaimana Yesus dapat memahami pergumulan yang Anda hadapi saat ini? Apa yang menghalangi Anda untuk bersandar pada-Nya saat ini?

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengambil rupa manusia, untuk memahami pergumulanku dan membayar akibat dosa-dosaku. Aku mau mempercayai-Mu lebih lagi.
Amin…..
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, GBU….

WAWASAN
Dalam Ibrani 2, penulis menyebut Yesus sebagai “yang memimpin . . . kepada keselamatan” (ay. 10). Ibrani 12:2 menggunakan kata yang sama (archēgos) untuk menyatakan Dia sebagai pemimpin dalam iman. Terjemahan lain menggunakan istilah “yang mengadakan,” “pencipta,” atau “pelopor.” Semua itu mengandung makna Dia sebagai Perintis. Di Roma 8:29, Rasul Paulus menyebut Yesus sebagai “yang sulung di antara banyak saudara.” Tidak terpisahkan dari karya perintisan-Nya adalah kenyataan bahwa “Ia [Kristus] yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan [mereka yang percaya kepada-Nya], mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara” (Ibrani 2:11). Kita bukan saja bersaudara satu dengan yang lain, tetapi juga dengan Kristus sendiri. –Tim Gustafson

Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti.

BIRO INFOKOM HKI

About Yohanes Simatupang

Staff Biro Infokom

View all posts by Yohanes Simatupang →