Seminar BKAG : Guru Sekolah Minggu Ikut Menentukan Karakter Anak

Seminar BKAG :

Guru Sekolah Minggu Ikut Menentukan Karakter Anak

 

Pematangsiantar (MBW). Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Pematangsiantar mendorong guru-guru sekolah minggu agar lebih meningkatkan semangat pelayanan dan kualitas para guru. Seminar sehari dan pelatihan yang digelar kepadaPersekutuan Guru Sekolah Minggu Siantar (PGSMS) di aula HKBP Distrik V Sumatera Timur, Jalan Gereja Pematangsiantar, sangat diapresiasi para peserta dari berbagai gereja-gereja. (19/7/).

Kegiatan yang bertajuk oikumenis ini sekaligus dijadikan untuk tempat berbagi para guru-guru sekolah minggu yang hadir. “Acara yang begini sangat jarang dilakukan. Saya bergembira atas kegiatan ini” sebut Pj Wali Kota Pematangsiantar Drs Jumsadi Damanik.

Adapun dalam acara seminar sehari terlebih dahulu diadakan acara ibadah pembuka. Dalam proses ibadah tersebut, “sekalipun kita melayani anak sekolah minggu sebenarnya kita telah melayani buat Tuhan” kata pengkhotbah Pdt. W Simanjuntak.

Setelah ibadah selesai digelar, kemudian Sekretaris Jendral HKI Pdt. Dr. Batara Sihombing, M.Th mewakili sinode gereja-gereja yang ada di Pematangsiantar membuka  rangkaian acara serta menyampaikankata sambutannya.  “Dialog tanya – jawab antara guru dan anak sekolah minggu metode penting. Anak-anak dapat memaknai sehingga imannya pun semakin bertambah dan bertumbuh. Dengan banyaknya bertanya dari anak-anak sekolah minggu, kiranya dapat mendapat jawaban yang benar dari guru sekolah minggu”.

Pj. Wali Kota Pematangsiantar mengharapkan kepada 200 guru-guru sekolah minggu yang hadir, kiranya seminar ini dapat menambah ilmu para guru. Menambah hal itu, dalam kata sambutan Sekretaris Umum BKAG Pematangsiantar St. Raja PS Janter Aruan, SH. MH menyebutkan, “Sekarang ada 2000 guru sekolah minggu yang aktif dari berbagai denominasi gereja”.

Secara tegas, Pj. Wali Kota menandaskan kepada hadirin semua, “mengajar anak Sekolah Minggu ibarat mengukir di atas batu, tetapi yang sudah tua ibarat mungukir di atas air. Artinya anak-anak sangat tajam ingatannya kalau yang sudah tua cepat hilang apa yang dipelajari. Anak-anak sangat mudah mengikuti apa yang diajarkan, jadi ajarlah anak sekolah minggu dengan benar. Dan untuk membangun masa depan bangunlah anak-anak sekolah minggu agar riligius, beradat dan berpengetahuan”. (MBW/RN)

Bagikan Postingan ini: