Sempurna Seperti Kristus

Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna. Matius 5:48

Baca: Matius 19:16-26

“Perfeksionisme adalah salah satu kata paling menakutkan,” tulis Kathleen Norris, saat membandingkan perfeksionisme era modern dengan “kesempurnaan” yang dimaksudkan dalam Injil Matius. Ia menggambarkan perfeksionisme era modern sebagai “penyakit psikologis serius yang membuat orang kelewat takut mengambil risiko yang diperlukan.” Namun, kata yang diterjemahkan sebagai “sempurna” dalam Injil Matius, sebenarnya berarti dewasa, lengkap, atau utuh. Norris pun menyimpulkan, “Menjadi sempurna . . . berarti memberi ruang bagi pertumbuhan [dan menjadi] cukup dewasa untuk mempersembahkan diri kita kepada sesama.”
Memahami kesempurnaan dengan cara ini akan menolong kita memahami kisah luar biasa dalam Matius 19, ketika seseorang bertanya kepada Yesus, perbuatan baik apa yang harus diperbuatnya untuk “memperoleh hidup yang kekal” (ay. 16). Yesus menjawab, “Turutilah segala perintah Allah” (ay. 17). Orang muda itu mengira ia sudah menuruti semuanya, tetapi merasa masih ada yang kurang. “Apa lagi yang masih kurang?” tanyanya (ay. 20).
Yesus pun menyebutkan kekayaan orang itu yang telah menjerat hatinya. Dia berkata, jika orang itu “hendak sempurna”—menjadi utuh, rela memberi dan juga menerima dari sesama dalam Kerajaan Allah—ia harus rela melepaskan apa yang menutup hatinya dari sesama (ay. 21).
Masing-masing dari kita mempunyai pandangan kita sendiri tentang kesempurnaan—entah itu harta atau kebiasaan yang kita andalkan sebagai upaya sia-sia untuk memegang kendali. Hari ini, dengarlah undangan lembut Yesus untuk berserah, dan temukanlah kebebasan dalam keutuhan yang hanya mungkin dialami di dalam Dia (ay. 26).

Oleh: Monica La Rose

Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda keliru menganggap ambisi pribadi sebagai “kesempurnaan” sesuai definisi Alkitab? Mengapa menyerahkan kendali kepada Allah dapat membebaskan Anda dari jerat perfeksionisme?

Bapa Mahakasih, ampuni aku yang sering salah mengartikan ambisiku untuk memperbaiki diri sebagai pertumbuhan di dalam-Mu! Tolong aku menyerahkan kendali dan menerima hidup yang merdeka bersama-Mu.
Amin….

Selamat pagi selamat beraktifitas tetap semangat, Gbu

WAWASAN
Lukas 18:18 menyatakan pemuda kaya di Matius 19:16-30 sebagai “seorang pemimpin”. Ini bisa berarti ia adalah pemimpin sinagoge, penatua Yahudi, pemimpin orang Farisi, atau anggota mahkamah agama. Ia bertanya kepada Yesus apa yang harus dilakukannya untuk memasuki kerajaan Mesias (ay. 16). Pada kesempatan lain, “seorang ahli Taurat” mengajukan pertanyaan yang sama kepada Yesus untuk menguji Dia (Lukas 10:25). Di Matius 19:24, Yesus menggunakan ilustrasi menggelikan tentang unta yang masuk melalui lubang jarum untuk menekankan bahwa kita tidak mungkin dapat “melakukan sesuatu” untuk menyelamatkan diri kita, karena hanya Allah yang sanggup menyelamatkan (ay. 26). –K.T. Sim
Mari memberikan dampak yang lebih berarti bagi sesama dan lingkungan

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini: