Semua Makhluk Besar dan Kecil

Manusia dan hewan Kau pelihara, ya Tuhan. –Mazmur 36:7 (BIS)

Baca: Mazmur 36:6-11

Michelle Grant melatih seekor bayi berang-berang bernama Timber untuk kembali ke alam bebas. Ketika dibawa Michelle berenang di danau, Timber akan kembali ke kayaknya untuk minta dipeluk dan dielus-elus. Suatu pagi, Timber tidak kembali. Setelah enam jam menjelajahi danau mencarinya, Michelle menyerah. Beberapa minggu kemudian ia menemukan sebuah tengkorak berang-berang. Karena mengira itu tengkorak Timber, ia pun menangis.

Saya ikut sedih memikirkan Michelle dan Timber. “Sudahlah, Timber cuma seekor berang-berang,” sempat saya membatin. Namun, sebenarnya saya peduli—begitu pula Allah. Kasih-Nya menjulang tinggi hingga ke langit dan menjangkau turun hingga ke makhluk yang terkecil, bagian dari alam ciptaan yang diamanatkan-Nya untuk kita kelola (Kej. 1:28). Dia memelihara “manusia dan hewan” (Mzm. 36:7 BIS), dengan memberi “makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak” (Mzm. 147:9).

Suatu hari Michelle menaiki kayak di sebuah danau lain dan tanpa diduga melihat Timber di sana! Rupanya Timber telah tinggal bersama suatu keluarga berang-berang. Ia muncul di samping kayak Michelle. “Sepertinya kau baik-baik saja. Keluargamu juga sangat baik.” Timber pun merespons dengan bersuara dan mengibaskan ekornya, lalu berenang kembali ke induk barunya.

Saya senang mendengar akhir yang bahagia, terutama jika itu saya alami sendiri! Yesus berjanji bahwa sebagaimana Bapa-Nya memberi makan burung-burung, Dia juga akan menyediakan apa pun yang kita butuhkan (Mat. 6:25-26). Tidak seekor burung pipit “akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. . . . Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (10:29-31).

Oleh: Mike Wittmer

Renungkan dan Doakan
Pergumulan apa yang saat ini perlu Anda serahkan kepada Bapa Surgawi? Adakah kebutuhan orang lain yang mungkin Dia ingin Anda penuhi?

Ya Bapa, kuserahkan pergumulan dan kekhawatiranku kepada-Mu.
Amin….
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu.

WAWASAN
Mazmur 36 ditemukan dalam Jilid I Kitab Mazmur (ps. 1–41) yang, dengan Jilid II (ps. 42–72), berisi sebagian besar mazmur yang ditulis Daud. Banyak dari gubahan Daud dalam bagian Kitab Mazmur ini berbentuk ratapan, yaitu seruan memohon belas kasihan dan pertolongan Allah dalam masa-masa sulit hidupnya. Namun, dalam Mazmur 36, nada syairnya sangat berbeda. Di sini, Daud melihat mereka yang hidup di luar Allah sebagai individu-individu yang tidak takut akan Allah (ay. 1-5), dan contoh mereka membuat Daud memohon kasih setia Allah terus hadir untuknya dan untuk mereka yang ingin hidup dalam hubungan yang benar dengan-Nya (ay. 6-11). Sang pemazmur kemudian mengakhiri dengan permohonan kepada Allah agar melindunginya dari bahaya kecongkakan dirinya dan pengaruh orang-orang yang telah berpaling dari-Nya (ay. 12-13). –Bill Crowder

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini:

About Yohanes Simatupang

Staff Biro Infokom

View all posts by Yohanes Simatupang →