“Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah

Bacaan ALKITAB. 1 Korintus 2:1-5

Hikmat Tuhan!


Seorang atlet selancar menunggu ombak untuk berselancar, dan ia tidak dapat membuat ombaknya
sendiri. Ombak adalah Hikmat Tuhan dan atletnya adalah kita yang bergerak di atas ombak. Berapa
banyak dari kita mencoba membantu Tuhan dengan hikmat dunia yaitu dengan membuat ombak kita
sendiri. Padahal hikmat manusia dan hikmat Tuhan jauh perbedaanya antara langit dan bumi. Hikmat
Tuhan berarti pengertian, kebijakan, bijakasana (Mazmur 136:5) sedangkan hikmat manusia yang hanya
bergantung pada kekuatan diri sendiri.
Dalam nas ini, keyakinan Paulus bukanlah pada kecerdasannya atau kemampuannya berbicara,
melainkan pada pengenalannya bahwa Roh Kudus menolong dan menuntunnya. Paulus tidak menyangkal
pentingnya penelaahan dan persiapan untuk berkhotbah; ia sudah mendapat pendidikan yang saksama
tentang kitab suci. Paulus sendiri menyadari keterbatasannya memahami keadaan orang-orang Korintus
dan dia hanya berfokus pada berita tentan Yesus Kristus yang disalibkan (ay. 2). Dia mengakui adanya
kelemahan, ketakutan, kegentaran di dalam dirinya ketika datang ke Korintus untuk memberitakan Injil
(ay.3), tetapi kekuatan Allah di dalam Roh Kudus memampukan dia untuk pekerjaan atau pelayanannya
(ay. 4-5). Paulus menjelaskan tujuan mengapa dia tidak mau memberitakan Injil dengan kata-kata indah
yang hikmat berasal dari dunia karena banyak orang-orang Korintus pada waktu itu termasuk Kristen
dengan mudahnya terpesona dengan kata-kata indah yang mereka dengarkan padahal berasal dari hikmat
duniawi. Paulus menyadari hal itu, sehingga dia memberi penekanan bahwa kedatangannya ke Korintus
untuk memberitakan Injil tidak dengan kata-kata indah yang hikmat dari manusia tetapi ia datang dengan
hikmat yang dari Allah.
Saudaraku, bagi mereka yang mengandalkan Hikmat Tuhan, cobaan-cobaaan hidup akan terasa
ringan karena Tuhan menopang kita dalam mengatasinya. Sedangkan bagi yang mengandalkan diri dan
hikmat manusia, pergumulan akan terasa semakin berat dan seakan jalan buntu, karena kunci penting dari
perubahan adalah pada penerangan Roh Kudus dalam pikiran orang-orang percaya. Sadar dan minta
ampun serta bertobatlah itu lebih baik daripada kita gengsi memberitahukan kelemahan kita dihadapan
Tuhan dan meminta hikmatNya.

Motivasi: “Permulaan Hikmat adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik (Mazmur 111:10)”

Bagikan Postingan ini: