Tahun Keluarga Pelayan Kantor Pusat HKI : Retreat dan Kunjungan Jemaat ke HKI Nainggolan

Nainggolan (MBW)- Parhobas Kantor Pusat HKI beserta keluarga yang dipimpin oleh Ephorus Pdt. M. Pahala Hutabarat, S.Th, MM dan Inang, Sekjen Pdt. Dr. Batara Sihombing, M.Th serta inang, mengadakan retreat ke Nainggolan Samosir. Acara yang berlangsung dua hari dari 29-30 Oktober ini, diisi berbagai kegiatan sebagai Puncak Tahun Keluarga Pelayan Kantor Pusat HKI. (30/10).

Setibanya di Tomok, kegiatan dimulai dengan manortor dengan si gale-gale, salah satu alat dan tarian tradisionil suku Batak Toba. Tarian melepaskan segala kepenatan dan keletihan selama pelayanan di Kantor Pusat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan mengelilingi pulau Samosir menikmati panorama indannya Danau Toba dari atas Pulau Samosir sembari menuju Nainggolan. Tak ketinggalan, penggiat selfi minta berhenti di tengah jalan untuk berphoto mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan. Ternyata semua senang berphoto baik sendiri dan bersama.

Namun, tepat dipuncak Pulau Samosir, sekitar Huta Sipira, tampak hamparan padang tandus tak berpohon. Bukit Gundul, rumput layu dan mati, hal ini diperparah kemarua panjang yang melanda samosir 1 tahun lebih lamanya. Tampak beberapa ekor kerbau memakan rumput yang sudah mengering dan babi berkeliaran di antara batuan alam, besar dan kecil, ciri pulau Samosir.

Melihat kerusakan ini, sangat mengusik perhatian seluruh pelayan Kantor Pusat. Sangat memprihatinkan. “Masyarakat, pemerintah dan gereja harus mau bersama-sama membangun kembali dengan menanami pohon” ungkap Ephorus. Perbincangan di dalam mobilpun berubah. Beragam tanggapan dan pandangan pun muncul. Lalu, menghubung-hubungkan kelalaian manusia ini dengan pendangkalan air Danau Toba yang terjadi saat ini dan kemarau panjang yang melanda Samosir.

Setibanya di Nainggolan, Pelayan Kantor Pusat disambut bersahabat dan meriah oleh pelayan dan jemaat HKI Nainggolan, jemaat yang dipimpin oleh Pdt. Sumarlin Simanjuntak, S.Th. Dijamu makan malam. Keramahan tamahan ini tidak hanya pada malam itu saja, sebab sarapan maupun makan seluruh Pelayan Kantor Pusat selama di Nainggolan disediakan oleh jemaat secara bergantian. Ephorus Pdt. M. Pahala Hutabarat, S.Th, MM mengatakan, “kami sangat tersanjung dan berterimakasih atas perhatian dan pelayanan yang bapak-ibu berikan kepada kami. Kiranya hal ini samakin menyemangati kami dalam melayani HKI khusus dari Kantor Pusat. Demikian halanya bapak-ibu sekalian, Tuhan memberkati, gabe angka na niula, sinur pinahanta, horas nang hamu saluhutna”.

Pada malam hari (29/10), seluruh Pelayan Kantor Pusat dan Pdt. Sumarlin beserta inang, ikut berangkat ke salah satu tempat penginapan di tepi Danu Toba. Angin bertiup kencang, ditambah suara ombak berdisir menghempas bebatuan menambah kesejukan Danau Toba. Ditepi pantai, setiap orang dan keluarga diberikan waktu sejenak menikmati Danau Toba dan kebersamaan bertemenkan hembusan angin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah Tahun Keluarga Kantor Pusat yang di pimpin oleh Pdt. Ramayanti Simorangkir. Acara keakrapan keluarga Kantor Pusat setelah ibadah pun dilaksanakan dengan berbagai permainan menarik dan tarian-tarian yang menyegarkan dan lucu-lucu. Dipenghujung malam, bagi yang berkenan diberikan kesempatan bernyanyi sebebas-bebasnya tanpa melihat tehnik dan keahlian bernyanyi, yang penting bunyi.

Keakrapan ini berlangsung hingga pukul tiga pagi, lalu tidur dalam satu ruangan di atas tilam yang sudah digelar. Tetapi, laki-laki dan perempuan tetap terpisah, walaupun dalam satu ruangan. Menariknya, sebahagian ada yang tidak bisa tertidur atau menjadi terganggu karena dengkuran yang saling sahut menyahut. keheningan malam danau Toba pecah menjadi ramai karena jenis dan besaranya suara dengkuran.

Tepat pukul enam pagi, sebahagian sudah banyak berlari dan melompat ke danau Toba untuk mandi dan berenang. Rasa dingin tidak menghalangi gelora mandi dan berenangnya, ditambah karena bersihnya air di atas pasir. Kemudian, pukul 9 setelah berkemas, berangkat ke gereje untuk makan pagi dan ibadah masuk jam 10.

Dalam ibadah, yang memimpin adalah Ephorus Pdt. M. Pahala Hutabarat, S.Th, MM didampingi Sekjen sebagai liturgis dan Kadep Marturia Pdt. J. Simanjuntak, M.Th, MM membawa doa syafaat. Setelah ibadah, seluruh Pelayan Kantor Pusat memperkenalkan diri di depan gereja di hadapan jemaat. Lalu, Pucuk Pimpinan menyerahkan beberapa bibit Pohon Buah-buahan sebagai simbolik yang di bawa dari Kantor Pusat. “Hal ini mengingatkan kita pentingnya memelihara keutuhan ciptaan Tuhan dengan menanam pohon” ungkap Sekjen Pdt. Dr. Batara Sihombing dalam sambutannya.

Disana juga diimformasikan sedekit program Kantor Pusat juga setiap Departemen bahkan produk Balai Latihan Kerja HKI berupa Tas, asesoris, dll.

Pelaksanaan Tahun keluarga Kantor Pusat beserta jemaat semakin meriah ketika anak-anak Sekolah Minggu menari dan bernyanyi. Setiap anak-anak yang menari dan hadir mendapat oleh-oleh menarik dari Kantor Pusat yang sudah disediakan oleh Inang Ephorus dan Inang Sekjen.

Dipenghujung acara, selain Pucuk Pimpinan dan mewakili Departemen, para pelayan dan Pendeta Resort juga menyampaikan sambutannya. “kami sangat bersuka cita atas kehadiran Pucuk Pimpinan kami dan seluruh Pelayan Kantor Pusat ke HKI Nainggolan ini. Kami yakin, melalui kunjungan ini semakin meningkatkan rasa kekeluargaan kita sesama umat Tuhan khusus di Nainggolan ini” sambut Pdt. Sumarlin Simanungkalit didampingi guru jemaat HKI Nainggolan.

Setelah acara tersebut, seluruh Pelayan Kantor Pusat dan jemaat bersalaman. Lalu Pelayan Kantor Pusat meninggalkan HKI Naingggolan dan menuju Siantar. “Usul amang, kalau boleh, acara seperti ini jangan dua hari saja” uangkap Diak. Rumas Gultom karena sangat menyenangkan dan tidak terasa sudah pulang. Mari pulang, kerja, kerja, kerja (MBW/BN).

Bagikan Postingan ini: