Tanda Saksi

Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. –Roma 15:2

Baca: Roma 15:1-6

“Lihat itu?” tukang reparasi jam mengarahkan cahaya senternya ke sebuah goresan kecil yang diukir dengan kasar di bagian dalam jam besar kuno yang ada di rumah kami. “Kemungkinan goresan itu dibuat oleh tukang reparasi seabad lalu,” ia menjelaskan. “Goresan itu disebut ‘tanda saksi’, dan tanda itu membantu saya mengetahui cara mengatur mekanisme jam ini.”

Sebelum muncul brosur teknis dan buku panduan perbaikan, “tanda saksi” dibuat agar tukang reparasi berikutnya dapat menyelaraskan semua bagian dengan tepat. “Tanda saksi” ini bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga bentuk kebaikan hati yang ditinggalkan seorang pekerja untuk orang berikutnya yang meneruskan pekerjaan tersebut.

Alkitab mendorong kita untuk meninggalkan “tanda saksi” kita sendiri ketika kita bekerja bagi Allah dengan melayani sesama kita di dunia yang rusak ini. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Roma: “Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya” (Rm. 15:2). Inilah teladan dari Allah kita, “yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan” (ay. 5). Itulah cara hidup yang baik dari seorang warga dunia sekaligus warga Kerajaan Surga.

“Tanda saksi” yang kita tinggalkan mungkin terlihat sepele, tetapi itu bisa jadi memberikan perubahan besar dalam hidup seseorang. Kata-kata yang membangkitkan semangat, bantuan finansial bagi yang membutuhkan, dan telinga yang bersedia mendengarkan—semua itu adalah kebaikan hati yang berdampak kekal. Kiranya Allah menolong Anda meninggalkan “tanda saksi” bagi-Nya dalam hidup seseorang hari ini!

Oleh: James Banks

Renungkan dan Doakan
“Tanda saksi” apakah yang pernah dibuat orang lain dalam hidup Anda, untuk menyemangati Anda? Kebaikan sederhana apa yang dapat Anda lakukan untuk seorang saudara seiman hari ini?

Bapa yang Mahabesar, terima kasih untuk kasih setia yang Engkau tunjukkan kepadaku melalui Anak-Mu, Yesus. Mampukanlah aku untuk memancarkan kasih-Mu dalam hal-hal kecil yang kulakukan hari ini.
Amin…
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu.

WAWASAN
Di tengah pengajaran teologis yang kaya dan aplikasi praktis yang solid, salah satu tema dalam surat kepada jemaat di Roma yang kadang terlewatkan adalah harapan. Kata-kata harap, harapan, pengharapan muncul berkali-kali, termasuk lima kali dalam pasal 15. Penyebutan-penyebutan tersebut mengingatkan kita bahwa pengharapan timbul dari ketekunan dan penghiburan yang diberikan Kitab Suci (ay. 4), dan bahwa bangsa-bangsa lain juga termasuk dalam pengharapan itu (ay. 12). Paulus kemudian mengingatkan orang-orang Roma, dan kita, bahwa Allah adalah sumber pengharapan yang rindu agar kita mengalami pengharapan itu ketika Roh Kudus bekerja di dalam kita (ay. 13). Ayat 13 bahkan mengingatkan kita bahwa pengharapan itu berkaitan langsung dengan sukacita dan damai sejahtera yang kita terima dari Allah ketika kita percaya kepada-Nya. –Bill Crowder

Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini:

About Yohanes Simatupang

Staff Biro Infokom

View all posts by Yohanes Simatupang →