Ulos Batak di Tengah Masyarakat Batak

Pematangsiantar (MBW) –  Ulos Batak akhir-akhir ini sedang diperbincangkan. Hal itu pun mendapat soroton hingga sampai ke diskusi tingkat formal. Pertemuan formal yang membicarakan Ulos Batak dari perspektif riligi diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Cabang – Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC-FPPI), di hotel Sapadia, Pematangsiantar.

Pada pertemuan ini, Pdt. Dr. H.R. Panjaitan, mengemukan bahwa “ semua Ulos dengan semua jenis yang ada sekarang ini, perlu dipertahankan dan dikembangkan, tetap membawakan nama Batak. Masyarakat Batak harus melestarikan semua penemuan dahulu meskipun harus menghapus hal-hal yang mistik – ritual, karena Ulos hari ini menjadi ciri khas ke Batakan”.

Seminar yang dilaksanakan pada 10 September 2016, berlangsung hangat dan meriah dari beberapa lembaga gereja dan institusi lainnya. Ditengah zaman yang modern memang hampir sangat jarang di dengar perbincangan formal  tentang Ulos Batak. Pada hal Ulos Batak adalah tanda identitas Batak yang sangat bernilai dan penting.

Pandangan yang disampaikan oleh Pdt. Dr. H.R. Panjaitan dalam perspektif  Etno-Riligi, yang merupakan Kepala Depertemen Koinonia di HKI Kantor Pusat, menyebutkan “Hanya Ulos Batak dan Bahasa Batak yang dapat kita tunjukkan sebagai identitas dan ciri khas Batak di zaman sekarang, yang lainnya sudah terassimilasi”. Melanjutkan itu, yang perlu masyarakat dan jemaat lakukan dan lanjutkan adalah, Ulos Batak perlu dikembangkan dan dimasyarakatkan sampai ke tingkat Internasional dengan mengangkat makna sebagai lambang perilaku etis, harkat, martabat, kedewasaan, dan menjunjung tinggi hak gender”.

Terakhir, penekanan Pdt. DR. H.R. Panjaitan ini, yang juga dapat sebagai pegangan kita umat Kristen Batak, “Tidak ada lagi Ulos Batak yang mistikis dan bermakna ilahi/dewa. Yang ada adalah Ulos yang membawakan nama Batak. Karena itu, Ulos sekarang boleh saja didesain dengan latar belakang Salib, Gereja, Danau Toba, gambar pengantin berdua, dll,” sebut beliau (MBW/RNS).

Bagikan Postingan ini: