Hebat….! Karya Anak PA Zarfat HKI Diapresiasi di Ruanda Afrika.

RUANDA AFRIKA (MBW) –  Bangga, hasil kerajinan tangan anak PA Zarfat HKI diterima bahkan diapresiasi hingga ke luar negeri seperti di Ruanda Afrika. (2/10/2016).

Ibu pendeta Gereja EPR dan warga di Ruanda sangat senang menerima kerajinan tangan berupa tas karya anak PA Zarfat HKI. “Keep up the good works, our children inZarfat (Semangat terus anak-anak untuk berkarya di Zarfat),” jelas Ephorus HKI Pdt MP Hutabarat menirukan ungkapan ibu pendeta Gereja EPR Ruanda Afrika.

Harapannya, agar kreatifitas berbasiskan sadar lingkungan semakin ditingkatkan, namun tidak mengurangi nilai estetik dari karyanya. Pelatihan ketrampilan anak zarfat ini merupakan salah satu program diakonia. Menambah ketrampilan, menggunakan bahan daur ulang dan bernilai tinggi.

Berkarya dan peduli lingkungan. Itulah semangat yang ditunjukkan anak Zarfat. Menyadari persoalan sampah dan lingkungan menjadi isu bersama bahkan isu global. Anak-anak dilatih membuat kerajinan tangan berbahan daur ulang.

Mereka sadar bahwa hidup tidak harus dihadapi dengan kepasrahan begitu saja. Pengurus Panti Anak Zarfat selalu membantu mereka untuk tetap menggali potensi yang mereka miliki.

Dan sungguh mengagumkan mengetahui bahwa mereka mampu menghasilkan kerajinan-kerajinan dan kreasi yang indah. Seperti tas, gantungan kunci dan berbagai macam kerajinan lain. Produk ini biasanya distribusikan lewat warga sekitar dan para pengunjung Panti Asuhan.

“Kami mengerjakan kerajinan tangan dengan menggunakan waktu luang seperti sepulang sekolah jika tidak mengikuti les sore. Atau ketika libur sekolah. Bahannya lebih diutamakan dari daur ulang,” jelas Manatap Manatap Ro Martupa Lumbantoruan, salah seorang anak PA Zafat.

Anak yang bercita-cita menjadi seorang arsitektur terkenal ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga ketika hasil kerajinan tangan yang mereka buat dapat digunakan dan bermanfaat bagi orang banyak. “Bangga, ketika kerajinan tangan kami diterima bahkan di apresiasi hingga ke luar negeri. Seperti belakangan ini yang dibawa ke Ruanda Afrika,” ungkapnya. (RAN/MBW)

Bagikan Postingan ini: