Pertolongan-Nya yang Ajaib

Allah menurunkan salju seperti bulu domba. –Mazmur 147:16

Baca: Mazmur 147:8-17

Orang-orang merasa kagum dengan begitu banyaknya doa yang dinaikkan kepada Allah untuk meminta pertolongan-Nya dalam peristiwa kebakaran besar yang melanda bagian timur Pegunungan Colorado pada musim gugur 2020. Diperkirakan ada ratusan ribu hingga jutaan doa yang dinaikkan kepada Allah. Kebakaran itu melahap habis 40.000 hektar wilayah dalam waktu dua belas jam, membesar saat melewati area hutan yang penuh dedaunan kering, meluluhlantakkan tiga ratus rumah, dan mengancam seluruh kota. Kemudian datanglah “kiriman Tuhan”, begitu seorang ahli meteorologi menyebutnya. Bukan hujan air, melainkan hujan salju yang datang tepat waktu. Salju yang datang lebih cepat tahun itu turun tepat di seluruh area kebakaran. Salju basah yang tebalnya lebih dari 30 cm ini berhasil memperlambat laju api, bahkan memadamkannya sama sekali di beberapa wilayah.

Pertolongan yang luar biasa ini terlalu ajaib untuk dijelaskan. Apakah Allah mendengarkan doa kita sehingga Dia menurunkan salju, dan hujan? Alkitab mencatat banyaknya jawaban Allah atas doa-doa serupa, termasuk doa Elia meminta hujan (1 Raj. 18:41-46). Sebagai hamba Tuhan yang teguh beriman, Elia mengerti benar kemahakuasaan Allah, termasuk atas cuaca. Ini seperti dikatakan Mazmur 147 tentang Allah, “Dia, . . . menyediakan hujan bagi bumi” (ay. 8). “Ia menurunkan salju seperti bulu domba . . . Siapakah yang tahan berdiri menghadapi dingin-Nya?” (ay. 16-17).

Elia dapat mendengar “bunyi derau hujan” bahkan sebelum awan terbentuk (1 Raj. 18:41). Apakah iman kita kepada Allah sekuat itu? Allah mengundang kita untuk mempercayai Dia, apa pun jawaban yang disediakan-Nya. Kita dapat berharap kepada Allah untuk pertolongan-Nya yang ajaib.

Oleh: Patricia Raybon

Renungkan dan Doakan
Pertolongan ajaib apa yang pernah Allah nyatakan kepada Anda dalam situasi genting? Bagaimana pertolongan-Nya menguatkan iman Anda?

Allah yang ajaib, aku tersungkur di kaki-Mu, terkagum melihat pertolongan-Mu yang penuh kasih. Terima kasih, Engkau telah menguatkan imanku dengan kuasa-Mu atas alam semesta.
Amin….
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu

WAWASAN
Mazmur 147 diawali dan diakhiri dengan seruan, “Haleluya” (ay. 1,20); di antara kedua ayat itu Mazmur sarat dengan seruan-seruan singkat dalam pujian kepada Allah. Mazmur itu menggunakan teknik sastra yang dikenal sebagai struktur kiastik. Dalam pola kiastik, poin utamanya terpusat di tengah, dengan paruh pertama menjadi cerminan dari paruh kedua dan sebaliknya. Pernyataan pujian di ayat 12 menjadi titik pusat dari ayat 8-18. Ayat 8-9 mencerminkan ayat 15-18 mengenai pemeliharaan dan interaksi Allah dengan alam; ayat 10-11 berpasangan dengan ayat 13-14 mengenai pemeliharaan dan perhatian Allah terhadap umat manusia. Struktur ini menegaskan gagasan bahwa oleh karena kuasa-Nya dalam alam semesta dan pemeliharaan-Nya bagi umat-Nya, patutlah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah. –J.R. Hudberg

Mari memberikan dampak yang lebih berarti bagi sesama dan lingkungan

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini:

About Yohanes Simatupang

Staff Biro Infokom

View all posts by Yohanes Simatupang →