Bacaan ALKITAB. Ayub 6:1-30
Oleh: Pdt. Lisna Lisensi Saragih, M.Th
Ayat Renungan – Ayub 6 : 14
“Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang
Mahakuasa.”
Shalom saudaraku, hari ini kita akan menjalani hari kita dengan suguhan Firman Tuhan dalam kitab Ayub. Ada istilah yang sering kita dengar, “teman senang banyak, teman susah tidak ada”. Hampir mirip dengan pribahasa yang mengatakan “Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”.
Begitu menyakitkan perasaan dan begitu kecewanya kita karena mendapat perlakuan yang tidak wajar dari orang terdekat atau sahabat-sahabat kita. Kisah renungan kita hari ini berbicara tentang Ayub, orang yang sedang mengalami pergumulan, beban berat. Kehilangan anak-anaknya, kehilangan harta bendanya, bahkan istrinya yang seharusnya setia menemaninya dalam kondisi pahit ini turut mencela, menghina Ayub atas apa yang tejadi dalam kehidupan Ayub dengan mengatakan: …masih setiakah engkau kepada Allahmu itu, kutukilah Allahmu lalu matilah.
Dalam teks ini Ayub mengharapkan dukungan, penguatan dan semangat dari sahabat-sahabatnya, namun Ayub kecewa terhadap sahabat-sahabatnya. Bahkan sahabatnya mengatakan bahwa bencana yang dialami Ayub semua karena dosa-dosanya. Dalam derita yang seberat ini, Ayub mendambakan sahabat sejati. Seorang sahabat seharusnya menaruh belas kasihan kepada sahabatnya yang dilanda
bencana, yang tidak berbuat demikian berarti tidak takut kepada Allah yang Mahakuasa. Ayub bersedih atas kelakuan sahabat-sahabatnya, namun dalam kesedihannya ia tetap percaya terhadap nilai kejujuran dan menjaga diri dari kecurangan. Ia tetap mengarahkan hatinya kepada Tuhan dan berusaha untuk
tidak membenci sahabatnya, meski mereka tidak dapat di percaya lagi.
Saudaraku, dalam kehidupan kita, bisa saja kita mengecewakan sahabat kita. Ketika sahabat kita terpuruk, diterpa masalah dan kegagalan, justru kita meninggalkan sahabat kita, bahkan mengeluarkan perkataan yang begitu menyakitkan. Ketika kita mengecewakan sesama kita, kita melalaikan takut akan Tuhan. Aplikasi dari hubunganmu dengan Tuhan akan terlihat bagaimana engkau bersikap dan
memperlakukan sesamamu. Jika kita termasuk orang yang dikecewakan, jangan marah, hindari dirimu dari perasaan, pikiran dan perbuatan negatif. Hari ini kita belajar dari Ayub untuk tetap yakin pada Kasih Allah yang menolong kehidupan kita. Selamat bergumul dan memenangkannya.
Kunjungi juga kanal YouTube HKI untuk mengetahui informasi seputar pelayanan HKI.
Bacaan Juga :
Renungan Mazmur 31:1-8
Renungan 1 Tawarikh 29:10-19
Runungan Matius 24:36-44
No comments yet.