Berita Terbaru
Categories
  • ARTIKEL
  • BAHAN KHOTBAH
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • HKI Daerah XII Jawa Lampung
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Keadilan

    • Apr 16 2019 • 297 Dilihat

    RENUNGAN

    Selasa, 16 April 2019

    Amos 5:24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran  seperti sungai yang selalu mengalir.

     

    Ditengah kondisi depresi ekonomi dunia yang luar biasa akibat perang dunia, pada tahun 1930- an, banyak orang yang hidup miskin dan nyaris kelaparan. Tersebutlah seorang nenek tua, yang karena kondisi tersebut, terpaksa mencuri sepotong roti dari sebuah toko dengan dalih cucu perempuannya sedang sakit dan kelaparan, sementara suaminya telah meninggalkannya. Nenek tua itupun dibawa ke pengadilan. Di pengadilan, sang hakim pun mengalami situasi yang dilematis. Namun hukum harus tetap ditegakkan. Sang hakim memutuskan nenek itu bersalah dan menghukumnya dengan membayar denda 10 dolar. Jika sang nenek tidak bisa membayar maka ia akan dihukum penjara selama 10 hari. Mendengar putusan hakim tersebut, sang nenek tertunduk lesu dan menangis. Akhirnya sang hakim turun mendekat kepada sang nenek dan melepas toga hakimnya sambil mengeluarkan uang 10 dolar dan berkata “saya juga mendenda setiap orang dalam ruangan ini untuk membayar 50 sen karena hidup di kota ini dan membiarkan seorang nenek ini dan cucunya kelaparan dan tidak memberikan pertolongan.”

    Kisah tersebut hanyalah legenda. Namun sangat baik untuk diambil hikmatnya mengenai rasa “keadilan.” Nabi Amos yang menyerukan keadilan yang bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir sebetulnya hendak menegur kalangan elit jamannya yang abai terhadap keadilan sosial dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dengan tindakan-tindakan yang korup dan amoral.

    Saudaraku, setiap orang mempunyai porsi dan kesempatannya untuk mewujudkan keadilan bagi sesama. Hal yang paling penting adalah mendengarkan hati nurani yang kita yakini dalam penyertaan Roh Kudus Tuhan. Dengarkanlah hati nuranimu senantiasa agar lebih jernih melihat sesama di sekitar kita yang menantikan keadilan. (RES)

     

    Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar senantiasa mendengar-Mu melalui hati nurani kami sehingga tidak abai menolong mereka yang menantikan keadilan.

     

    Share to

    Related News

    PGI Gelar Sharing Meeting Gereja dan Pekerja Migran di Pematangsiantar, Perkuat Advokasi Kasus TPPO

    PGI Gelar Sharing Meeting Gereja dan Pek...

    by • Sep 08 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) men...

    Bahan-Jamita-Epistel-Minggu-27-September-2026

    Bahan Jamita Epistel, Minggu 30 Agustus ...

    by • Agu 28 2026

    MINGGU XIII DUNG TRINITATIS 2 TIMOTEUS 4: 6 – 8 PATUJOLO 1 Timoteus, 2 Timoteus dohot Titus, digoa...

    Bahan-Jamita-Evangelium-27-September-2026

    Bahan Jamita Evangelium, 30 Agustus 2026...

    by • Agu 28 2026

    MINGGU XIII DUNG TRINITATIS, MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 JEREMIA 15: 15 – 21 Patujolo Panurirang Jerem...

    BAHAN JAMITA EVANGELIUM MINGGU III DUNG TRINITATIS MINGGU, 21 JUNI 2026

    BAHAN JAMITA EVANGELIUM MINGGU III DUNG ...

    by • Jun 19 2026

    PANGARAMOTION NI DEBATA TU SALUHUT – 1 MUSA 21: 8 – 21 Patujolo Mangihuthon lomo ni roha ni ...

    Bahan-Jamita-Evangelium-Minggu-17-Mei-2026

    Bahan Jamita Evangelium Minggu, 17 Mei 2...

    by • Mei 13 2026

    MINGGU EXAUDI – 4 MUSA 6: 22 – 27 – JAHOWA MAMASUMASU JALA MANGARAMOTI HO PATUJOLO Hur...

    Jamita Evangelium - Kamis 14 Mei 2026

    Jamita Evangelium – Kamis 14 Mei 2...

    by • Mei 13 2026

    ULAON NI APOSTEL 1: 1 – 11 (HANANAEK TUHAN JESUS KRISTUS TU SURGO) PATUJOLO Buku Ulaon Apostel on ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top