Berita Terbaru
Categories
  • ALMANAK HKI
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • BIRO
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Kemenyan (Haminjon) : Benda, Tradisi Alkitab dan Gereja

    Agu 30 2017773 Dilihat

    BENDA, TRADISI ALKITAB DAN GEREJA

     Kemenyan (Haminjon)

     

    Kemenyan dalam bahasa Batak Toba di kenal dengan haminjon. Dalam Alkitab, getah pohon yang diambil dan dipakai sebagai ukupan dalam persembahan.

    Dalam Perjanjian Lama (PL) disebut lebonah, sedang dalam Perjanjian Baru (PB) disebut libanos. Kemenyan adalah getah yang mengeras yang keluar dari batangnya setelah di sadap (dikerik).

    Kemenyan sangat bernilai ekonomis dan diperdagangkan sebagai sumber kekayaan. Para pedagang yang menempuh jalan perdagangan kuno dari Arabia Selatan ke Gaza dan Damsyik (Yesaya 60:6).

    Biasanya, kemenyan menjadi salah satu unsur ukupan yang kudus (Kel. 30:34). Dibakar pada saat korban sajian dipersembahkan (Im. 6:15). Kemenyan tulen juga dibubuhkan di atas setiap susunan roti sajian di Kemah Suci (Im. 24:7).

    Kemenyan yang menyenangkan panca-indera (Kidung 3:6; 4:6,14). Juga lambang kegiatan ritual ibadah (Bnd. Maleakhi 1:11). Kemenyan salah satu persembahan orang Majus, hadiah bagi bayi Yesus (Matius 2:11). Sehingga, Kemenyan yang dipersembahkan orang Majus tersebut dipandang sebagai “lambang ke-imaman Yesus.

    Di Sumatera Utara, kemenyan sangat dikenal, sebab dahulu banyak tumbuh. Leluhur orang Batak meyakini, pohon ini salah satu Anugerah Tuhan Pencipta. Sebab, getahnya setelah disadap dan dijual menjadi sumber penghasilan. Cukup menafkahi dan menyekolahkan anak-anaknya.

    Namun, pohon ini semakin habis ditumbang karena perusakan hutan. Tentu, salah satu sumber hidup orang Batak berkurang, di samping kelestarian hutannya semakin rusak.

    Gereje Huria Kristen Indonesia (HKI) salah satu gereja yang hadir bersama dengan masyarakat sepakat membangun kembali.

    Khususnya di Nagasaribu Siborongborong, HKI terpanggil mendampingi masyarakat. Turut serta bersama masyarakat memperjuangkan menjaga kelestarian hutan dan kekayaan budaya lokal.

    Tanah adat dan hutan adat masyarakat Nagasaribu lebih 1000 Ha, telah dikelilingi oleh kawasan konsesi salah satu perusaah (ulasan dalam topik lain).

    Saat ini, memang tidak ada konflik tenurial (sistem penguasaan tanah) antara masyrakat dan perusahaan. Tetapi, dalam kasus tertentu sering terjadi kesalahpahaman, terkait batas lahan, dan segera dapat diselesaikan.

    Namun, sumber air bersir dibitnya terus menurun setiap tahun karena perusakan tersebut. Terutama masyarakat nagasaribu dan desa-desa lainnya seperti: Dolok Paung, Aek Sirambe, Aek Sirara.

    Diharapkan, pemeliharaan terus dijaga sebagai sumber penghasilan, air bersih, dan kelestarian hutan lokal. (MBW/BN)

    Share to

    Related News

    Serah Terima Jabatan dan Pengukuhan Prae...

    by Jul 15 2026

    Negeri Lama, Minggu, 12 Juli 2026 – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan Se...

    Serah Terima dan Pengukuhan Praeses HKI ...

    by Jul 13 2026

    Sei Bamban, 12 Juli 2026 – Huria Kristen Indonesia (HKI) terus melanjutkan estafet kepemimpinan pa...

    Serah Terima Jabatan Praeses HKI Daerah ...

    by Jul 06 2026

    Doloksanggul – Serah terima jabatan Praeses HKI Daerah IX Humbang berlangsung dengan baik dan pen...

    Pelayanan dan Penguatan Visi Gereja Holi...

    by Jul 06 2026

    Parbaba- Samosir, 1 Maret 2026, Dalam rangka pengembangan pelayanan menuju gereja yang holistik dan ...

    Sekber-GOKESU-Bertemu-Ketua-DEN-Bahas-Masa-Depan-Lahan-Eks-TPL

    Sekber GOKESU Bertemu Ketua DEN, Bahas M...

    by Jul 04 2026

    huriakristenindonesia.com | Jakarta, 3 Juli 2025 – Sekretariat Bersama Gerakan Oikumene Keadil...

    Rapat Koordinasi Pucuk Pimpinan Bersama ...

    by Jul 03 2026

    Pematangsiantar – Sebagai tindak lanjut dari Serah terima jabatan, fungsi dan tugas Kepala Departe...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top