Pematangsiantar — Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia (HKI) bersama Kepala Departemen Koinonia mengadakan pertemuan dengan para pelayan Partohonan HKI yang terdiri dari Guru Jemaat, Bibelvrouw, Diakones, dan Evangelis. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat HKI Pematangsiantar, Rabu, 9 September 2026, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
Pertemuan ini secara khusus membahas Tumpak Liat bagi pelayan Partohonan HKI: Guru Jemaat, Bibelvrouw, Diakones, dan Evangelis, khususnya untuk memberikan pemahaman dan kejelasan mengenai pelaksanaan Tumpak Liat dalam kaitannya dengan masa memasuki pensiun. Tumpak Liat bagi pelayan Partohonan HKI sendiri telah ada sejak tahun 2021. Namun, hingga saat ini belum seluruh pelayan Partohonan bergabung di dalamnya. Selain itu, para pelayan yang telah bergabung juga masih membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih utuh mengenai Tumpak Liat, termasuk bagaimana pelaksanaannya ketika memasuki masa pensiun.
Sebanyak 29 orang pelayan Partohonan hadir dalam pertemuan tersebut, yang terdiri dari satu orang Evangelis, sembilan orang Bibelvrouw, delapan orang Diakones, dan 11 orang Guru Jemaat.
Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Kadep Koinonia, Pdt. Nurdia Hutasoit, S.Th. Firman Tuhan disampaikan oleh Kadep Marturia, Pdt. Mangaliup Simanjuntak, M.Th., dengan Mangang Tri Pandi Simanjuntak, S.Th. sebagai pemusik.
Setelah ibadah, pertemuan dibuka oleh Pdt. Dormen Pasaribu, M.Th. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai Tumpak Liat. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekompakan. Para peserta mendapatkan penjelasan sekaligus menyampaikan berbagai hal yang selama ini masih menjadi pertanyaan terkait Tumpak Liat, terutama mengenai tujuan, keikutsertaan, pelaksanaan, serta manfaatnya bagi para pelayan Partohonan ketika memasuki masa pensiun.
Dalam pembahasan tersebut, Tumpak Liat dipahami sebagai salah satu bentuk kebersamaan dan kepedulian di antara para pelayan Partohonan HKI. Melalui Tumpak Liat, para pelayan diharapkan dapat saling menopang dalam mempersiapkan masa memasuki pensiun, sebagai bagian dari perhatian terhadap kesejahteraan para pelayan yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan di HKI.
Sebagai bagian dari tindak lanjut pembahasan Tumpak Liat, para peserta kemudian akhirnya memilih pengurus Tumpak Liat Pelayan Partohonan HKI. Dalam pemilihan tersebut, Gr. Jhonwel Purba terpilih sebagai Ketua dan Biv. Nurhayati Pasaribu sebagai Sekretaris.
Selain pembahasan mengenai Tumpak Liat, pertemuan juga menekankan pentingnya menindaklanjuti Keputusan Sinode HKI ke-62 di Duri mengenai pemberangkatan pelayan Partohonan HKI memasuki masa pensiun. Hal ini dipandang penting agar perhatian terhadap masa depan dan kesejahteraan para pelayan Partohonan dapat terus diperjelas dan diwujudkan sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Pucuk Pimpinan HKI, yakni Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, MSc., Ephorus HKI; Pdt. Dormen Pasaribu, M.Th., Sekretaris Jenderal HKI; Pdt. Nurdia Hutasoit, S.Th., Kadep Koinonia; Kabiro Sekolah Minggu, Remaja dan PNB, Pdt. Ika Sulastri Nadeak, S.Th.; serta C.Pdt. Ricson Nadapdap, S.Th.
Melalui pertemuan ini, diharapkan pemahaman para pelayan Partohonan mengenai Tumpak Liat semakin jelas dan menyeluruh. Dengan demikian, keberadaan Tumpak Liat yang telah berjalan sejak tahun 2021 dapat terus diperkuat sebagai wadah kebersamaan dan saling menolong dan menopang di antara para pelayan Partohonan HKI, khususnya Guru Jemaat, Bibelvrouw, Diakones, dan Evangelis dalam mempersiapkan masa memasuki pensiun.
Pewarta dan Fotografer
Pdt. Rameda Hutagalung, S.Th (Staf Biro Infokom)
No comments yet.