huriakristenindonesia.com | Jakarta, 10-15 September 2026 – Asia Church Leadership Conference (ACLC)/ forum konferensi para pimpinan gereja-gereja anggota Lutheran World Federation (LWF) se-Asia, berlangsung di Jakarta 10–15 September 2026. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tampil sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi kali ini.
Ibadah pembukaan konferensi dipimpin langsung oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menandai dimulainya rangkaian pertemuan para pemimpin gereja Lutheran dari berbagai negara di Asia.
Konferensi ini turut dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal LWF, Rev. Dr. Anne Burghardt, Ephorus Huria Kristen Indonesia, Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, M.Sc. Tercatat sebanyak 105 peserta yang datang dari sekitar 20 negara mengikuti seluruh rangkaian acara.
Tema “Berlimpah dalam Pengharapan”
Konferensi tahun ini mengusung tema “Abound in Hope for Justice and Peace” atau “Berlimpah dalam Pengharapan akan Keadilan dan Perdamaian.”
Melalui kehadiran seluruh peserta dan para narasumber, konferensi ini diharapkan dapat mendorong gereja-gereja anggota LWF di Asia untuk semakin mampu menawarkan pengharapan akan kehidupan yang adil dan damai di tengah tantangan sosial, politik, dan keagamaan yang dihadapi kawasan Asia.
Tema ini juga selaras dengan Strategi LWF 2025–2031, yang digambarkan dalam sebuah diagram roda dengan “HOPE” (Pengharapan) sebagai inti, dikelilingi oleh tiga lingkup: gereja-gereja (churches), komunitas (communities), dan umat (people). Roda strategi ini terbagi dalam empat bidang prioritas:
- Teologi yang Bertanggung Jawab (Responsible Theology) mencakup refleksi, pendidikan, kesatuan, dan iklim
- Keadilan dan Perdamaian (Justice and Peace) mencakup kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan perdamaian
- Gereja yang Bertumbuh (Thriving Churches) mencakup pemuda, inklusi, dan kepemimpinan
- Pelayanan dan Martabat (Service and Dignity) mencakup kemanusiaan, diakonia, dan advokasi
Langkah Nyata yang Ditempuh LWF
Dalam salah satu sesi pemaparan, LWF menyampaikan sejumlah langkah konkret (taking concrete action) yang telah dan akan terus dijalankan, antara lain:
- Penerbitan pernyataan-pernyataan sikap terkait isu keadilan
- Keterlibatan dalam proses Universal Periodic Review (UPR) di PBB
- Pelatihan bagi para “duta perdamaian” (peace messengers)
- Konsultasi bersama masyarakat adat (indigenous peoples)
- Penerbitan publikasi baru tentang keadilan gender serta keterlibatan LWF dalam perjuangan hak-hak perempuan, termasuk kampanye 16 Days (kampanye global 16 hari anti-kekerasan terhadap perempuan)
- Advokasi keadilan iklim, termasuk keterlibatan dalam COP (Conference of the Parties), Season of Creation, dan Feast of Creation
Pidato Sekjen LWF: “Berbicara tentang Damai, Bertindak untuk Keadilan”
Dalam paparannya yang berjudul “To Speak of Peace – To Act for Justice” pada sesi Asia Leadership Consultation di Jakarta, September 2026, Sekretaris Jenderal LWF Rev. Dr. Anne Burghardt mengangkat sebuah “Visi Kebebasan” (A Vision of Freedom), yang meliputi lima gagasan utama:
- Kebebasan dan tanggung jawab tidak dapat dipisahkan
- Kebebasan dari sesuatu, dan kebebasan untuk sesuatu
- Kebebasan untuk melayani sesama
- Kebebasan untuk menegakkan keadilan
- Kebebasan untuk mengasihi sesama
Ia juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai “Paradoks Global” (The Global Paradox): kemajuan di satu sisi, namun luka mendalam di sisi lain. Dalam paparannya, Burghardt menegaskan, “Kita sedang menghadapi pandemi ketidakadilan” (“We are facing a pandemic of injustice”), dengan menggarisbawahi beberapa poin:
- Era Teknologi Tinggi dunia berkembang pesat dan semakin terhubung
- Kegelapan yang Meluas kekerasan, peperangan, dan ketidakadilan justru meningkat
- Paradoks Global kemajuan teknologi yang masif hidup berdampingan dengan kesenjangan sosial yang dalam
- Kegagalan Sistemik kesenjangan ini bukan kebetulan, melainkan tertanam langsung dalam sistem dunia saat ini
Menutup paparannya, ia menyerukan panggilan gereja (The Church’s Call): berdiri bersama dan mendukung mereka yang tertinggal oleh kemajuan global.
Momentum Komunitas Lutheran Asia
Penyelenggaraan ACLC di Indonesia melanjutkan tradisi pertemuan dua tahunan (biennial) LWF Asia yang sebelumnya pernah digelar di Hong Kong, Manila, dan sejumlah kota lain di kawasan Asia. Kehadiran Sekretaris Jenderal LWF menegaskan pentingnya penguatan relasi komuni antar gereja-gereja anggota di Indonesia, yang selama ini dikenal memiliki jumlah jemaat Lutheran terbesar di Asia melalui HKBP, HKI, dan gereja-gereja Lutheran lain di Sumatera Utara. ed. Biro Infokom HKI
No comments yet.