huriakristenindonesia.com. PEMATANGSIANTAR – Talitha Kum Indonesia Regio Medan menggelar Doa Bersama Lintas Agama dan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Aula FCJM “Monteluco”, Jalan Viyata Yudha No. 74, Pematangsiantar, Kamis (30/7/2026), pukul 15.30–20.00 WIB. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anti TPPO atau World Day Against Trafficking in Persons yang jatuh setiap 30 Juli.
Peringatan tahunan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran global atas bahaya perdagangan manusia sekaligus memperkuat perlindungan bagi para korban.
Rangkaian Acara
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan sesi sosialisasi dan berbagi pengalaman (sharing) yang menghadirkan narasumber lintas agama dan lintas institusi. Sambutan disampaikan oleh perwakilan Talitha Kum Nasional Sr. Ratnawati OSU, Direktur Institut Lintas Agama Indonesia Pdt. Elga Sarapung, dan Ketua Talitha Kum Regio Medan Sr. Verena Sianturi, FCJM.
Sebagai komisi di bawah Ikatan Biarawan-Biarawati Seluruh Indonesia (IBSI) yang menangani isu perdagangan manusia, Talitha Kum Indonesia Regio Medan menyelenggarakan kegiatan ini untuk membangun kesadaran masyarakat melalui kolaborasi lintas agama, pemerintah, aparat penegak hukum, dan berbagai elemen masyarakat.
Tantangan Penanganan TPPO
Dalam sesi sosialisasi, perwakilan Kepolisian Daerah Sumatera Utara memaparkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat serta sikap permisif terhadap praktik perdagangan orang masih menjadi hambatan utama dalam pemberantasan TPPO. Masyarakat diajak untuk berperan aktif memberikan informasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, karena kepolisian tidak dapat menangani persoalan ini sendirian.
Sesi ini juga diisi kesaksian dari para penyintas (survivor) serta pandangan dari perwakilan berbagai agama terkait komitmen bersama memerangi TPPO.
Doa Bersama Lintas Agama Warnai Peringatan Hari Anti TPPO di Pematangsiantar
Kehadiran Tokoh Lintas Agama dan Institusi
Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama dan lembaga, di antaranya:
Dari unsur Islam: Ustadz Agus Rizal, S.H.I., M.Pd. (Ketua Pejuang Islam Nusantara Sumatera Utara/PIN Sumut), Ustadz Martono, S.H., S.Pd. (Sekretaris PIN Sumut, juga berprofesi advokat), Dra. Erna Reny Sitepu, dan Diana Hasyim, S.E. (Srikandi PIN Sumut).
Dari unsur Kepolisian: Ipda Fhristman Tampubolon, S.H., M.H., perwira Ditres PPA & PPO Polda Sumatera Utara,
Dari unsur Kristen Protestan: Pdt. Ir. Richard Aruan, M.A., C.Ed. (mewakili MPH PGIW Sumatera Utara), hadir sebagai utusan yang mewakili Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia (HKI) Kabiro Infokom HKI Pdt. Boy F. Tampubolon, S.Th., M.M., C.Pdt. Rickson Nadapdap, S.Th dan C.Pdt. Meilin Manalu, S.Th serta mewakili dari Sinode GKPI Pdt. Jontra Martua Purba, M.Th.
Dari unsur Hindu: Pandita Arya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, Dr. Flora Nainggolan, S.H., M.Hum., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan lintas agama dan lintas lembaga ini. Di penghujung acara, dilakukan penyerahan plakat penghargaan kepada panitia penyelenggara.
Doa Bersama dan Komitmen Lanjutan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama, di mana setiap perwakilan agama memimpin doa sesuai keyakinannya masing-masing sebagai simbol persatuan dalam melawan perdagangan manusia, dilanjutkan dengan makan malam bersama untuk mempererat relasi antarpeserta.
Sebagai hasil pertemuan, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antarumat beragama melalui kegiatan rutin, khususnya pada peringatan 8 Februari dan 30 Juli setiap tahunnya, serta kesiapan menjadi tuan rumah secara bergiliran di masa mendatang. Pewarta: Pdt. Boy F. Tampubolon
No comments yet.