Berita Terbaru
Categories
  • ARTIKEL
  • BAHAN KHOTBAH
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • HKI Daerah XII Jawa Lampung
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Kedutaan Allah

    • Mar 31 2022 • 530 Dilihat

    Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia. –Lukas 14:13-14

    Baca: Lukas 14:7-14

    Ludmilla, seorang janda berusia 82 tahun, menyatakan rumahnya di Republik Ceko sebagai “Kedutaan Kerajaan Surga”. Ia berkata, “Rumahku adalah perluasan dari Kerajaan Kristus.” Ia menyambut siapa saja, baik teman maupun orang asing, yang sedang menderita dan membutuhkan penerimaan yang hangat. Ludmilla terkadang menyediakan bagi mereka makanan dan tempat tidur—selalu dengan semangat penuh belas kasih dan doa. Dengan mengandalkan karya Roh Kudus untuk menolongnya mengurus para tamu, Ludmilla bersukacita melihat cara Allah menjawab doa-doa mereka.

    Ludmilla melayani Tuhan Yesus dengan membuka pintu hati dan pintu rumahnya. Ini sangat berbeda dengan seorang pemimpin agama terkemuka yang mengundang Yesus makan pada suatu hari Sabat. Yesus memberi tahu ahli Taurat itu bahwa ia harus mengundang “orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta” ke rumahnya, dan bukan mereka yang dapat membalas undangannya (Luk. 14:13). Komentar Yesus menyiratkan bahwa orang Farisi itu menjamu Yesus karena kesombongannya (ay. 12). Sementara Ludmilla, berabad-abad kemudian, mengundang orang-orang ke rumahnya agar ia dapat menjadi “alat kasih dan hikmat Allah”.

    Melayani orang lain dengan rendah hati adalah salah satu cara kita dapat menjadi “duta Kerajaan Surga”, seperti dikatakan Ludmilla. Meskipun kita tidak selalu dapat menyediakan tumpangan bagi orang asing, kita dapat menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri dengan cara-cara yang unik dan kreatif. Jadi, bagaimana cara Anda memperluas Kerajaan Allah dalam lingkungan pergaulan Anda hari ini?

    Oleh: Amy Boucher Pye

    Renungkan dan Doakan
    Menurut Anda, bagaimana reaksi orang Farisi itu, ketika Yesus memintanya untuk mengubah sikap? Bagaimana cara Anda membuat orang lain merasa disambut dengan baik?

    Tuhan Yesus, aku bersyukur, Engkau memelihara mereka yang membutuhkan pertolongan. Jadikanlah aku seperti diri-Mu, rela memedulikan sesama dan menyatakan kasih-Mu kepada mereka.
    Amin….
    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu…

    WAWASAN
    Dalam Injilnya, Lukas sering kali menyoroti kejadian di balik perumpamaan Yesus (lihat Lukas 12:13; 15:1-2; 18:9; 19:11). Dalam pasal 14, kita membaca bahwa “Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan” (ay. 7). Protokol jamuan makan zaman kuno menetapkan bahwa dua tempat yang paling terhormat adalah sisi kanan dan kiri sang penjamu (Matius 20:21). Perumpamaan ini mengajarkan kepada kita bahwa adalah lebih baik merendahkan diri daripada direndahkan orang lain, suatu peringatan yang sering disampaikan Yesus (Matius 23:12; Lukas 18:14). Dengan Kristus sebagai acuan, Paulus mengajar kita untuk “menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). Meskipun Yesus adalah Allah, Dia rela menjadi seorang hamba manusia. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti

    BIRO INFOKOM HKI

    Share to

    Related News

    PGI Gelar Sharing Meeting Gereja dan Pekerja Migran di Pematangsiantar, Perkuat Advokasi Kasus TPPO

    PGI Gelar Sharing Meeting Gereja dan Pek...

    by • Sep 08 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) men...

    Bahan-Jamita-Epistel-Minggu-27-September-2026

    Bahan Jamita Epistel, Minggu 30 Agustus ...

    by • Agu 28 2026

    MINGGU XIII DUNG TRINITATIS 2 TIMOTEUS 4: 6 – 8 PATUJOLO 1 Timoteus, 2 Timoteus dohot Titus, digoa...

    Bahan-Jamita-Evangelium-27-September-2026

    Bahan Jamita Evangelium, 30 Agustus 2026...

    by • Agu 28 2026

    MINGGU XIII DUNG TRINITATIS, MINGGU, 30 AGUSTUS 2026 JEREMIA 15: 15 – 21 Patujolo Panurirang Jerem...

    BAHAN JAMITA EVANGELIUM MINGGU III DUNG TRINITATIS MINGGU, 21 JUNI 2026

    BAHAN JAMITA EVANGELIUM MINGGU III DUNG ...

    by • Jun 19 2026

    PANGARAMOTION NI DEBATA TU SALUHUT – 1 MUSA 21: 8 – 21 Patujolo Mangihuthon lomo ni roha ni ...

    Bahan-Jamita-Evangelium-Minggu-17-Mei-2026

    Bahan Jamita Evangelium Minggu, 17 Mei 2...

    by • Mei 13 2026

    MINGGU EXAUDI – 4 MUSA 6: 22 – 27 – JAHOWA MAMASUMASU JALA MANGARAMOTI HO PATUJOLO Hur...

    Jamita Evangelium - Kamis 14 Mei 2026

    Jamita Evangelium – Kamis 14 Mei 2...

    by • Mei 13 2026

    ULAON NI APOSTEL 1: 1 – 11 (HANANAEK TUHAN JESUS KRISTUS TU SURGO) PATUJOLO Buku Ulaon Apostel on ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top