Berita Terbaru
Categories
  • ARTIKEL
  • BAHAN KHOTBAH
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • HKI Daerah XII Jawa Lampung
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Jenazah Pekerja Migran Asal Tapanuli Tengah Dipulangkan dari Malaysia, Keuskupan Sibolga, UEM, dan KN-LWF Mendampingi Keluarga

    • Nov 02 2026 • 59 Dilihat

    Jenazah Pekerja Migran Asal Tapanuli Tengah Dipulangkan dari Malaysia, Keuskupan Sibolga, UEM, dan KN-LWF Mendampingi Keluarga

    Kualanamu, Sabtu (31/10/2026) – Jenazah seorang pekerja migran Indonesia berinisial R.P.S. (27), asal Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang meninggal dunia di Malaysia, tiba di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Sabtu (31/10/2026) pukul 16.00 wib. Kepulangan ini didampingi Keuskupan Sibolga, Kantor Regional United Evangelical Mission (UEM) Asia bekerja sama dengan Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF) Indonesia. Kasus ini ditangani sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

    Merantau ke Batam, lalu Malaysia

    Almarhum sekitar dua tahun merantau. Dari kampung halamannya ia lebih dulu ke Batam, lalu dibawa ke Malaysia. Di sana ia bekerja sebagai tukang salon dan sales kecantikan. Ia bermigrasi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi seperti ini oleh para pendamping disebut migrasi terpaksa (forced migration): orang merantau bukan karena pilihan bebas, melainkan karena tertekan keadaan ekonomi. Dalam beberapa waktu terakhir kondisinya memburuk. Almarhum meninggal dunia karena sakit parah dan ditemukan meninggal di tempat tinggalnya di Malaysia.

    Menurut informasi yang diterima keluarga, almarhum bekerja tanpa dokumen keimigrasian yang lengkap. Jenazah telah diotopsi dan dilengkapi surat-surat yang diperlukan. Karena paspor almarhum hilang, kepulangan dilakukan dengan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang diterbitkan KBRI Kuala Lumpur pada 21 Oktober 2026.

    Kendala biaya dan perbedaan jalur pengurusan

    Setelah almarhum meninggal, pengurusan di Malaysia dibantu keluarga dan jaringan almarhum di sana. Kendala utama adalah biaya penerbangan jenazah ke tanah air yang diperkirakan Rp16 juta. Keluarga menyampaikan kebutuhan ini kepada Pastor Alboin Simatupangdari Keuskupan Sibolga,  yang kemudian bersama lembaga lintas denominasi/ iman terkait menghimpun dana. Rekan-rekan almarhum di Batam juga ikut menyumbang untuk pembiayaan.

    Proses pemulangan berlangsung beberapa hari dan sempat tertunda sekitar dua hari. Penyebabnya, ada dua jalur pengurusan yang berjalan bersamaan: pihak yang mendampingi dari Indonesia melalui gereja dan lembaga mitra, dan rekan-rekan almarhum di perantauan yang menggalang dana dan menunjuk agen sendiri. Setelah dialog, semua pihak sepakat agar kepulangan jenazah diteruskan dan keluarga tidak dirugikan.

    Sebelum berangkat, dimulai dengan doa (Pastor Alboin dari Keuskupan Sibolga, Orangtua almarhum Asrul Simatupang, Mangisi Erlinda, M.Psi, Program Officer Peace & Justice KN-LWF; Tiarma Intan Marpaung, S.Pd., M.Pd; Henrike, Co-Worker Program Perlindungan Imigrasi UEM Asia.

    Penjemputan dan doa bersama

    Penjemputan di bandara dihadiri orang tua almarhum, Asrul Simatupang, beserta keluarga dari Medan. Turut hadir Pastor Alboin dari Keuskupan Sibolga; Mangisi Erlinda, M.Psi, Program Officer Peace & Justice KN-LWF; Tiarma Intan Marpaung, S.Pd., M.Pd; Henrike, Co-Worker Program Perlindungan Imigrasi UEM Asia; serta Pdt. Boy F. Tampubolon, Ketua CGN Siantar/Kepala Biro Infokom HKI.

    Setelah pesawat tiba, jenazah menjalani proses administrasi di area kargo bandara, yang biasanya memakan waktu sekitar satu jam. Tidak semua pelayat bisa masuk ke area tersebut, sehingga penjemputan dilakukan bergantian. Setelah jenazah diterima, dilakukan doa bersama, lalu perjalanan darat dilanjutkan ke kampung halaman di Sibolga.

    Bukan kasus pertama

    Para pendamping menyebut ini bukan kasus pertama. Sebelumnya, mereka juga ikut menjemput jemaat HKI di Sidikalang yang meninggal di Kamboja. Gereja-gereja dan lembaga mitra di Sumatera Utara bekerja bersama untuk dua hal: mencegah warga berangkat lewat jalur yang berisiko, dan mendampingi keluarga saat terjadi musibah di perantauan. KN-LWF Indonesia dan UEM Asia melalui programnya juga mengerjakan pencegahan perdagangan orang bersama mitra dari Jerman yang bertugas di Pematangsiantar. Pewarta/Foto: Pdt. Boy F. Tampubolon/ CGN Siantar – Infokom HKI)

    Share to

    Related News

    Panitia Kongres PNB HKI 2026 Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban, Pucuk Pimpinan Bubarkan Panitia

    Panitia Kongres PNB HKI 2026 Sampaikan L...

    by • Okt 21 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar, 21 Oktober 2026 – Panitia Kongres PNB (Persatuan ...

    Sosialisasi Pengurusan Surat Tanah Gereja HKI: Ephorus HKI, LPBH-HKI dan ATR/BPN Simalungun

    Sosialisasi Pengurusan Surat Tanah Gerej...

    by • Okt 21 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar, 20 Oktober 2026 – Pucuk Pimpinan HKI dan Lembaga Pela...

    Kongres PPr HKI Seluruh Indonesia Dibuka di HKI Karunia Silangit, Angkat Hikmat Perempuan sebagai Fondasi Rumah Tangga dan Gereja

    Kongres PPr HKI Seluruh Indonesia Dibuka...

    by • Okt 03 2026

    huriakristenindonesia.com | Silangit, Siborongborong – Kongres Persekutuan Perempuan (PPr) Hur...

    Lutheran World Federation (LWF) Gelar Konferensi Pimpinan Gereja Lutheran se-Asia

    Lutheran World Federation (LWF) Gelar Ko...

    by • Sep 15 2026

    huriakristenindonesia.com | Jakarta, 10-15 September 2026 – Asia Church Leadership Conference ...

    Pertemuan Pelayan Partohonan HKI Membaha...

    by • Sep 11 2026

    Pematangsiantar — Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia (HKI) bersama Kepala Departemen Koinonia ...

    Pucuk Pimpinan HKI Sampaikan Penghiburan atas Meninggalnya Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat, S.Th, MM

    Pucuk Pimpinan HKI Sampaikan Penghiburan...

    by • Sep 09 2026

    huriakristenindonesia.com | Pematangsiantar – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Huria Kris...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top