Berita Terbaru
Categories
  • ALMANAK HKI
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • BIRO
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Masyarakat Adat Nagasaribu Resah: tanah dan Hutan adat terusik

    Agu 30 2017509 Dilihat

    Masyarakat Adat Nagasaribu Resah: tanah dan Hutan adat terusik

    Siborongborong, (MBW). Masyarakat adat Nagasaribu akan tetap berjuang sampai pengakuan hukum Negara, mereka peroleh. Tanah adat dan hutan seluas 1000 ha, tempat kemenyan (haminjon) tumbuh ini,  telah mereka duduki dan kelola, secara turun temurun 350 tahun lebih, tempat mencari nafkah.

    Hutan adat yang dikelilingi kawasan konsesi PT.TPL telah menghawatirkan masyarakat sekitar. Debit sumber air bersih setiap tahun berkurang khususnya di Nagasaribu dan desa Dolok Paung, Aek Sirambe, Aek Sirara. Perusahaan menanami eukaliptus di seluruh daerah aliran sungai dengan merusak kelestarian hutan merugikan masyarakat.

    Masyarakat sangat sering konflik terkait batas lahan, mengusik hutan haminjon sumber ekonomi penduduk. Masyarakat menilai, tindakan PT TPL rentan pengrusakan sumber daya alam dan perampasan lahan adat.

    Upaya advokasi terus mereka perjuangkan sampai tanah dan hutan adat diakui secara hukum negara. Masyarakat berharap,  kedaulatan untuk memiliki, mengelola serta menjaga sumber daya alam di atas tanahnya,  dapat mereka pertahankan.

    Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) melalui Departemen Diakonia tetap mendampingi masyarakat melalui upaya advokasi yang mereka tempuh. “Tanah dan hutan adat, harus tetap terjaga dan terpelihara untuk menjaga kelestarian Alam sekaligus sumber ekonomi hidup warga” sebut Pdt. Adventus Nadapdap, S.Th kepada MBW.

    Op. Grace Simanjuntak (Seorang Raja Patik) menuturkan kepada MBW (2/8), parhutaan (perkampungan) adat Nagasaribu yang dibuka  marga Simanjuntak dan Sianipar. Secara adat, telah diresmikan (diojakhon) Raja Sisingamangaraja XII, Bersamaan peresmian pekan onan harbangan”.

    Peresmian diikuti ritual penanamam empat  pohon bintatar. Melambangkan, empat marga: Tuan si Hubil Tampubolon, Tuan So Manimbil Simanjuntak, Tuan Dibangarna dan Tuan di Sonak Malela.

    Raja Sisingamangaraja mengucapkan doa: Ojak ma Adat, ojak ma uhum, jonjongma patik (berdirilah adat, hukum, undang-undang adat). Saat itu, Raja Sisingamangaraja juga  memberikan pusaka atau barang yang berharga bagi keturunan adat mereka.

    1. Hatian na sora Teleng (Timbangan yang seimbang) ima dipegang Datu Pijor Simanjuntak
    2. Solup Si Opat Bale (empat takar) ima dipegang Datu Dolok Simanjuntak
    3. Parmasam (12 Solup) ima dipegang Sianipar

    Asa Garang-garang ni lautan, ni onjat tu hirang ni hoda

    Molo marbada Simanjutak, Sianiparma Sidabu tola

    Sistem pemerintahan adat masih tetap terjaga dan berlangsung sebagaimana sejarah ringkas berdirinya masyarakat adat tersebut.  Masyarakat Nagasaribu masih tetap terikat hukum adat (patik), meliputi hukum kekerabatan, hukum sosial, ritual pesta adat, hutan haminjon, pertanian, dan lain sebagainya.

    Saat ini, masyarakat adat dipimpin raja patik, dipilih dari warga secara demokratis dengan mempertimbangkan dedikasi dan moralnya yang kuat. (MBW/BN)

    Share to

    Related News

    Serah Terima Jabatan dan Pengukuhan Prae...

    by Jul 15 2026

    Negeri Lama, Minggu, 12 Juli 2026 – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan Se...

    Serah Terima dan Pengukuhan Praeses HKI ...

    by Jul 13 2026

    Sei Bamban, 12 Juli 2026 – Huria Kristen Indonesia (HKI) terus melanjutkan estafet kepemimpinan pa...

    Serah Terima Jabatan Praeses HKI Daerah ...

    by Jul 06 2026

    Doloksanggul – Serah terima jabatan Praeses HKI Daerah IX Humbang berlangsung dengan baik dan pen...

    Pelayanan dan Penguatan Visi Gereja Holi...

    by Jul 06 2026

    Parbaba- Samosir, 1 Maret 2026, Dalam rangka pengembangan pelayanan menuju gereja yang holistik dan ...

    Sekber-GOKESU-Bertemu-Ketua-DEN-Bahas-Masa-Depan-Lahan-Eks-TPL

    Sekber GOKESU Bertemu Ketua DEN, Bahas M...

    by Jul 04 2026

    huriakristenindonesia.com | Jakarta, 3 Juli 2025 – Sekretariat Bersama Gerakan Oikumene Keadil...

    Rapat Koordinasi Pucuk Pimpinan Bersama ...

    by Jul 03 2026

    Pematangsiantar – Sebagai tindak lanjut dari Serah terima jabatan, fungsi dan tugas Kepala Departe...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top