Berita Terbaru
Categories
  • ALMANAK HKI
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • BIRO
  • Daerah III Toba Samosir
  • Daerah XI Sumatera Timur III
  • DATA PEGAWAI
  • FOTO
  • GALLERY
  • HKI Daerah XII Jawa Lampung
  • KHOTBAH
  • KHOTBAH MINGGU
  • OIKUMENE
  • PROFIL
  • RENUNGAN HARIAN
  • SERMON
  • SINODE
  • VIDEO
  • Bukan untuk Kenyamanan Kita-Renungan Harian Sabtu, 5 Februari 2022

    Feb 05 2022304 Dilihat

    Nas
    Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. –Roma 5:3-4

    Bacaan
    Roma 5:1-11

    Dan sedang mengendarai sepeda motor ketika sebuah mobil mendadak masuk ke jalurnya dan menabraknya hingga ia terlempar ke jalur yang berlawanan. Ketika terbangun di suatu pusat rehabilitasi dua minggu kemudian, kondisinya “babak belur.” Parahnya lagi, ia menderita cedera tulang belakang yang membuatnya lumpuh. Dan berdoa meminta kesembuhan, tetapi kesembuhan itu tidak pernah datang. Namun, ia percaya Allah telah mengajarinya dengan penuh kasih bahwa “hidup ini dimaksudkan agar kita menjadi serupa dengan citra Kristus. Sayangnya, itu tidak terjadi ketika semuanya baik dan indah. Hal itu . . . justru terjadi ketika hidup kita sulit. Ketika kita didesak mengandalkan Allah melalui doa, hanya untuk dapat melewati hari demi hari.”

    Rasul Paulus menjelaskan dua berkat dari dibenarkan di hadapan Allah, yaitu: ketekunan dan sukacita di tengah penderitaan (Rm. 5:3-4). Kedua berkat itu bukan panggilan bagi kita untuk menanggung penderitaan dengan ketabahan yang kaku, atau untuk menemukan kesenangan dalam kesakitan, melainkan untuk percaya seteguhnya kepada Allah. Penderitaan yang dijalani bersama Kristus membentuk “ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan” (ay. 3-4). Itu mengalir dari keyakinan bahwa Bapa akan berjalan bersama kita melewati segala kesulitan dan menuju masa depan.

    Allah menjumpai kita dalam penderitaan dan membantu kita bertumbuh di dalam Dia. Daripada mengira kesusahan sebagai tanda Allah tidak mengasihi kita, kiranya kita menyadari cara Allah memakai itu semua untuk menajamkan dan membangun karakter kita, sembari kita mengalami kasih-Nya yang “dicurahkan di dalam hati kita” (ay. 5).

    Ditulis Oleh:
    Marvin Williams

    Renungkan dan Doakan
    Apa yang perlu diubah dalam hati dan pikiran Anda agar dapat menanggung penderitaan dengan kekuatan Tuhan Yesus? Apa yang perlu Anda lakukan untuk bertekun dan bersukacita, di hadapan berbagai tantangan minggu ini?

    Tuhan Yesus, kiranya aku menemukan pengharapan dan sukacita di dalam Engkau yang menyediakan segala yang kuperlu untuk bertekun dalam hidup ini.
    Amin….
    Selamat menjalani hari ini dengan semangat.

    Mari memberikan dampak yang lebih berarti bagi sesama dan lingkungan, GBU

    BIRO INFOKOM HKI

    Share to

    Written by

    Staff Biro Infokom

    Related News

    Mutiha Hangoluan Harian

    Mutiha Hangoluan Harian, 29 Agustus 2026...

    by Agu 29 2026

    RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA DARI ALLAH YEREMIA 29 : 1-23 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancang...

    Mutiha Hangoluan Harian

    Mutiha Hangoluan Harian, Jumat 28 Agustu...

    by Agu 28 2026

    BERJALAN DENGAN IMAN IBRANI 11 : 1-18 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan da...

    Mutiha Hangoluan Harian

    Mutiha Hangoluan Harian: Jangan Takut, T...

    by Agu 27 2026

    YANG MENJADI AYAT RENUNGAN HARIAN HARI INI ADALAH YESAYA 41 : 8-20 “Janganlah takut, sebab Aku men...

    Bacaan ALKITAB – Ingat Kepada Tuha...

    by Mar 03 2023

    Ulangan 8:18 Ulangan 8:18“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang me...

    Pekerjaan Baik

    by Feb 24 2023

    Bacaan ALKITAB. Efesus 2:1-10Oleh: Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M. Hum Ayat Renungan – 2:10...

    Benar Karena Iman

    by Feb 23 2023

    Bacaan ALKITAB. Roma 5:1-11Oleh: Pdt. Wahyu Martulus Sirait, S.Th Ayat Renungan – Roma 5:1Sebab it...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.

    ujian penerimaan vicar tahun 2023

    back to top