Jangan Pernah Berkata “Tidak Bisa”

Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.

Baca: Keluaran 3:7-10; 4:10-15

Jen terlahir tanpa kaki dan ditinggalkan begitu saja di rumah sakit. Namun, ia mengaku bahwa baginya diadopsi adalah berkat. “Aku ada di sini karena orang-orang yang telah mencurahkan hidupnya bagiku.” Keluarga angkatnya membantu Jen untuk melihat bahwa ia “dilahirkan seperti itu karena suatu alasan”. Mereka membesarkan Jen dengan sikap “jangan pernah berkata ‘tidak bisa’”, dan mendorong Jen untuk mengejar semua cita-citanya, termasuk menjadi pemain akrobat udara yang ulung! Jen menyikapi tantangan-tantangan yang ditemuinya dengan pertanyaan, “Bagaimana aku dapat mengatasi ini?” dan memotivasi orang lain untuk melakukan yang sama.

Alkitab menceritakan banyak kisah tentang orang-orang yang dipakai Allah. Meski tampaknya tidak mampu atau tidak sesuai dengan panggilan Allah, mereka tetap dipakai-Nya. Musa adalah contoh yang sangat baik. Ketika Allah memanggil Musa untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir, ia menolak keras (Kel. 3:11; 4:1), bahkan memprotes, “Aku berat mulut dan berat lidah.” Allah membalasnya, “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli? . . . Bukankah Aku, yakni Tuhan? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan” (4:10-12). Ketika Musa masih menolak, Allah menyediakan Harun untuk berbicara mewakilinya dan meyakinkannya bahwa Dia pasti menolong mereka ( ay. 13-15).

Seperti Jen dan Musa, kita semua ada di dunia ini karena suatu alasan. Allah pun bermurah hati dengan pertolongan-Nya di sepanjang hidup kita. Dia menyediakan orang-orang untuk menolong kita dan menyediakan apa yang kita butuhkan untuk hidup bagi-Nya.

Oleh: Alyson Kieda

Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda merasa tidak mampu atau tidak siap untuk tugas atau peran yang Anda rasa ditetapkan Allah bagi Anda? Bagaimana Allah telah menolong Anda di dalamnya?

Ya Allah, aku bersukacita karena Engkau tidak meninggalkanku di dunia ini untuk melakukan semuanya seorang diri. Aku bersyukur atas kasih dan pimpinan-Mu, serta orang-orang yang telah Engkau tempatkan dalam hidupku.
Amin….
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu.

WAWASAN
Musa mengajukan beberapa keberatan ketika dipilih Allah untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir: ia tidak layak (Keluaran 3:11), tidak cukup mengenal Allah (ay. 13), tidak mempunyai kuasa khusus apa pun (4:1), dan tidak pandai bicara (ay. 10). Menanggapi setiap keberatan itu, Allah mengalihkan perhatian Musa dari dirinya sendiri kepada pemahaman yang lebih dalam tentang Allah, karena pada akhirnya, hadirat dan kuasa Allah saja yang memampukan seseorang (3:12), bukan kekuatan dan kelemahan dirinya. –Monica La Rose.

BIRO INFOKOM HKI

Bagikan Postingan ini: