KHOTBAH SYUKURAN TAHUN BARU DAN PENCANANGAN TAHUN KELUARGA HKI 2016

Dulu, kebanyakan orang mengandalkan keluarga dan gereja jika ingin merantau, sehingga pengaruh keluarga dan gereja adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Ungkapan: Jabungku Garejangku, Gareja jabungku memiliki arti yang amat dalam. Bahwa seseorang yang merantau terpanggil untuk menyediakan rumahtinggalnya sebagai tempat peribadatan, jika melihat gereja serasa berada di kampung halaman. Pelayan HKI perlu membangun komunikasi dengan perantau dan sebaiknya diadakan doa bagi mereka yang akan merantau. Tak perlu mempersulit perantau menerima pelayanan ketika mereka pulang kampong halaman.

Kini, potret rumah iman, keluarga yang mengandalkan doa dan iman seolah-olah makin redup. Bahkan acara doa akhir tahun dimana anggota keluarga bernyanyi, berdoa, mendengar Firman Tuhan dan saling mengungkapkan isi hati dan bermaafan terkesan diabaikan. Orang masih terbangun malam pergantian tahun tetapi suara letupan mercon dan kembang apilah yang banyak mewarnainya.

Letupan iman keluarga seolah-olah digantikan sesuatu yang justru membawa kekwatiran. Orang makin rajin membaca Koran, mendengar berita TV, update status. Masih ada tawa tetapi tawa yang tidak boleh dicampuri. Menjadi lajim melihat orang tersenyum bukan karena canda dengan sesama atau angota keluarga tetapi dengan HP atau gadget pribadi.

Bagikan Postingan ini: