huriakristenindonesia.com | Labuhanbatu, 4–5 Juni 2026 – Dalam rangka memastikan pengelolaan aset gereja yang mampu menunjang pelayanan secara berkelanjutan, Pucuk Pimpinan (PP) HKI bersama Majelis Pusat (MP) HKI dan Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP) HKI melakukan kunjungan lapangan ke kebun sawit milik HKI di Teluk Panji dan Tanjung Haloban, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Majelis Pusat HKI Periode 2026–2031 yang berlangsung pada tanggal 2–5 Juni 2026. Rapat tersebut merupakan rapat perdana Majelis Pusat HKI periode kepemimpinan yang baru.
Keberadaan kebun sawit HKI memiliki peran yang sangat penting dalam menopang pelayanan gereja. Selama ini HKI memiliki tiga sumber utama pendapatan untuk mendukung pelayanan dan operasional gereja, yaitu sentralisasi, hasil perkebunan kelapa sawit, dan kolportase.
Pada awalnya, kebun sawit HKI dikelola secara mandiri oleh HKI dengan mempekerjakan sejumlah tenaga kerja yang bertugas mengelola dan memelihara perkebunan tersebut. Selama bertahun-tahun, hasil perkebunan sawit telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pelayanan dan berbagai program gerejawi HKI.
Namun seiring berjalannya waktu, berdasarkan berbagai pertimbangan strategis dan operasional, pengelolaan kebun sawit tersebut kemudian dialihkan melalui sistem kontrak kepada pihak eksternal. Dalam perjalanan kerja sama tersebut muncul sejumlah kendala yang berdampak terhadap optimalisasi dukungan dana yang berasal dari hasil perkebunan sawit bagi operasional dan pelayanan HKI.
Melihat kondisi tersebut, Pucuk Pimpinan HKI, Majelis Pusat HKI, dan BPKP HKI sepakat untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memperoleh informasi yang lebih akurat dan objektif mengenai kondisi terkini kebun sawit HKI. Melalui kunjungan tersebut, para pimpinan gereja dapat melakukan observasi secara langsung terhadap keadaan kebun, meninjau berbagai aspek pengelolaan, serta mengumpulkan data yang diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis ke depan.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ir. Pantun Sihombing, MM bersama tim dari PT Air Kampar Group (AKG). Pantun Sihombing yang menjabat sebagai Managing Director PT Air Kampar Group dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang perkebunan kelapa sawit. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan masukan profesional terkait kondisi dan potensi pengembangan perkebunan sawit milik HKI.
Rombongan melakukan peninjauan ke dua lokasi perkebunan milik HKI, yakni Kebun Sawit Teluk Panji dan Kebun Sawit Tanjung Haloban. Di kedua lokasi tersebut dilakukan pengamatan langsung terhadap kondisi tanaman, produktivitas kebun, infrastruktur pendukung, serta berbagai aspek teknis lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan perkebunan.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, Pantun Sihombing kemudian menyampaikan presentasi dan analisisnya di hadapan Pucuk Pimpinan HKI, Majelis Pusat HKI, dan BPKP HKI dalam rapat pleno Majelis Pusat yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, di Rantauprapat.
Dalam pemaparannya, berbagai temuan lapangan, potensi pengembangan, tantangan pengelolaan, serta rekomendasi strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan HKI. Presentasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pendalaman bersama seluruh peserta rapat.
Hasil presentasi dan pembahasan yang dilakukan dalam rapat pleno tersebut akan menjadi salah satu dasar penting bagi HKI dalam menentukan langkah-langkah strategis terkait pengelolaan perkebunan sawit ke depan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pucuk Pimpinan HKI Periode 2026–2031 untuk memperkuat tata kelola aset gereja secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan pelayanan, penginjilan, pendidikan, diakonia, dan seluruh program gerejawi HKI.
Melalui langkah ini, HKI menunjukkan keseriusannya dalam mengelola aset yang telah dipercayakan Tuhan secara bertanggung jawab demi mewujudkan pelayanan yang semakin kuat, mandiri, dan berdampak bagi jemaat serta masyarakat luas.
No comments yet.