SEGALA SESUATU MUNGKIN BAGI ALLAH

Sabtu, 12 Maret 2022

Markus 10:26-27 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata:”Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah”.

Kekayaan bisa menjadi berkat ketika kita tidak memandang kekayaan di atas segala-galanya, dan bisa menjadi berkat ketika kita mau berbagi dengan orang-orang miskin. Melalui kekayaan kita, orang-orang miskin dapat merasakan kehadiran Kerajaan Allah dalam hidupnya sehari-hari. Tetapi kekayaan itu pun bisa menjadi penghalang utama untuk dekat kepada Tuhan. Ada orang yang meninggalkan Tuhan untuk mendapatkan harta dan merasa bahwa Kerajaan Allah (hidup kekal) itu abstrak, di luar diri manusia. Apalagi zaman modern ini menekankan hal-hal yang konkrit. Bila memerlukan sesuatu harus dengan uang atau kekayaan.

Dalam teks ini, ada seorang kaya yang merasa dirinya sudah menaati semua perintah Allah. Ia yakin bahwa dirinya pasti memperoleh hidup yang kekal. Ia bertanya kepada Yesus hanya sekadar minta pujian. Melihat hal itu, Yesus justru memintanya menjual semua hartanya dan mengikuti-Nya. Yesus menegaskankan bahwa ketika seseorang sangat bergantung dan mencintai kekayaannya, sulit baginya masuk dalam kerajaan Surga. Hal ini digambarkan dengan lambang unta, lobang jarum  dan pintu gerbang yang sangat kecil. Meski sulit, Yesus menyatakan tiada yang mustahil bagi orang kaya untuk masuk kerajaan Surga. Kuasa Allah sanggup mengubah hati seseorang sehingga ia tidak lagi mengandalkan kekayaan dan kesementaraan dunia. Disini, Yesus menenangkan hati murid- murid yang gempar setelah mendengar sulitnya orang kaya masuk ke dalam kerajaan Surga.. Lebih baik kehilangan segala sesuatu, tetapi mendapatkan keselamatan bersama Kristus! Yang dibutuhkan adalah keberanian dan iman  bahwa Yesus adalah Tuhan (lih. Roma 10:9).

Saudaraku, kuasa Allah sungguh tak dapat terselami oleh logika manusia karena luar biasa segala perbuatan-Nya. Tuhan Yesus menerangkan, “Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Untuk menyelamatkan seorang kaya, maka hati orang kaya itu harus diubah. Cintanya pada kekayaan duniawi harus diganti dengan cinta pada kekayaan sejati yaitu “harta di Surga”. Kerajaan Allah, tidak memandang kaya atau miskin tapi memandang ‘hati’ orang-orang yang mencarinya. Amin.

Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan umat-Nya tetaplah mengandalkan Tuhan dan percaya bagi Tuhan tidak ada yang Mustahil

Pdt. Irma Wati Manalu, S.Th

Bagikan Postingan ini: