Adiankoting, 3 September 2025 – Huria Kristen Indonesia (HKI) meresmikan tanah yang diberikan untuk dikelola HKI bernama Porlak Parsaulian yang berlokasi di Tor Nauli, Desa Dolok Nauli (dahulu dikenal dengan nama Aek Simatemate) dalam sebuah acara syukuran yang penuh sukacita dan kebersamaan.
Peresmian ditandai dengan pembukaan tirai plang oleh Pucuk Pimpinan HKI, Ephorus Pdt. Firman Sibarani, M.Th bersama pemilik lahan, Fatimah Hutabarat, SE. Momen ini disaksikan oleh jemaat yang hadir, disertai dengan menyanyikan Mars HKI “Las Roham o HKI”.
IBADAH PERESMIAN
Acara dilanjutkan dengan ibadah. Liturgis dipimpin oleh Pdt. Edwin Jonli P. Simanullang, M.Th, dan khotbah disampaikan oleh Ephorus HKI dari Keluaran 3:1–6 tentang kisah Musa di Gunung Horeb.’Acara dilanjutkan dengan ibadah. Liturgis dipimpin oleh Pdt. Edwin Jonli P. Simanullang, M.Th, dan khotbah disampaikan oleh Ephorus HKI dari Keluaran 3:1–6 tentang kisah Musa di Gunung Horeb.
Dalam khotbahnya, Ephorus menegaskan bahwa kehadiran Tuhan tidak terbatas oleh tempat: di ladang, hutan, belantara, bahkan di tanah yang tandus sekalipun, Tuhan tetap hadir dan memberi kehidupan. Ia menekankan bahwa Simatemate, yang berarti “mati”, dapat menjadi tempat kehidupan karena Tuhan adalah sumber kehidupan.
Baca juga: Strategi Penginjilan Kontekstual HKI lewat Rumah Misi
Ephorus juga mengutip pepatah Batak, “Disi sirungguk disi sitata, disi hita hundul disi do Debata” (di mana kita berada, di situ ada Tuhan). Karena itu, Porlak Parsaulian diharapkan menjadi tempat yang menghadirkan berkat dan kehidupan bagi banyak orang.
Ibadah syukur juga diisi dengan persembahan koor Persekutuan Perempuan HKI Hutabarat, doa syafaat oleh Emeritus Pdt. M. Hasibuan, serta ditutup dengan doa berkat oleh Ephorus HKI.
SIMBOL PERESMIAN DENGAN MERIAM BAMBU
Setelah ibadah, peresmian ditandai dengan menyalakan meriam bambu oleh Ephorus HKI bersama tokoh-tokoh yang hadir, termasuk Anggota DPRD Tapanuli Utara Daud Hutauruk, ST (juga anak dari Fatimah Hutabarat, SE), Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang, dan perwakilan Majelis Pusat HKI St. Top Sihombing, M.Si. Ephorus menegaskan bahwa meriam bambu dipilih sebagai bentuk peresmian yang ramah lingkungan dan selaras dengan alam.
LAPORAN DAN PROGRAM PORLAK PARSAULIAN
Plt. Kepala Departemen Diakonia HKI, Pdt. Mery Pinta Uli Hutapea, M.Th, melaporkan bahwa lahan ini seluas 8 hektar, dengan 7 hektar dipinjamkan untuk dikelola HKI dan 1 hektar tidak diusahakan karena terhitung jurang dan makam keluarga.
Berdasarkan MoU yang ditandatangani pada 24 Agustus 2025, lahan ini dapat digunakan HKI hingga tahun 2027 (catatan: atas masukan dan berbagai pandangan dari berbagai jemaat yang hadir, disepakati agar lahan dapat dipakai selama 5 tahun ke depan). Program yang akan dikembangkan antara lain:
- Tempat retreat dan perkemahan
- Agrowisata dan pertanian (anggur, stroberi, sayuran, bawang, pisang, dll.)
- Peternakan ikan berkat adanya sumber mata air yang jernih di lahan ini
- Produksi wine untuk Perjamuan Kudus
- Guest house bagi jemaat dan masyarakat umum
Pdt. Mery menegaskan bahwa dari tanah yang semula dikenal dengan nama daerah “Simatemate”, HKI ingin menghadirkan kehidupan baru melalui pelayanan, pertanian dan persekutuan.
SAMBUTAN PEMERINTAH DAN KELUARGA
Kepala Desa Dolok Nauli, Jonas Aritonang, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia berharap Porlak Parsaulian dapat menjadi pusat ketahanan pangan dan percontohan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Daud Hutauruk, ST, dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarganya mempersembahkan lahan ini sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan. Ia bahkan menyampaikan bahwa selain lahan pinjaman 7 hektar, keluarga juga menghibahkan 1.000 meter lahan (20×50 meter) kepada HKI untuk dipakai secara permanen. Posisi lahan yang dihibahkan sangat strategis, berada di pinggir jalan (20 meter di depan dan 50 meter ke belakang).
Kunjungi juga kanal YouTube HKI untuk mengetahui informasi terbaru seputar pelayanan HKI.
Adik Fatimah Hutabarat, SE, Kartini Hutabarat, walaupun ia Jemaat dan Sintua di HKBP, tetapi turut memberikan dukungan agar pelayanan ini dapat berjalan lebih panjang dari sekadar dua tahun yang disepakati.
Dalam sambutannya, Fatimah Hutabarat, SE, pemilik lahan, mengungkapkan kerinduannya agar tanah tersebut menjadi tempat pelayanan HKI. Ia menegaskan bahwa lahan ini terbuka untuk umum dan mendukung pengembangan pelayanan HKI di berbagai bidang.
Selanjutnya, HKI menyerahkan ikan mas arsik kepada keluarga Hutabarat sebagai simbol penghormatan.
Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan makan siang bersama, penuh sukacita dan kekeluargaan.
HADIR DALAM ACARA
Selain Ephorus HKI, hadir pula mewakili Majelis Pusat HKI, para pendeta yang melayani di dekat lahan yang diresmikan, jemaat dari berbagai resort, tokoh masyarakat dan keluarga besar Hutabarat.
Dengan peresmian ini, HKI berharap Porlak Parsaulian yang diresmikan benar-benar menjadi ladang kehidupan – tempat di mana pelayanan, pertanian dan persekutuan membawa sukacita dan berkat bagi banyak orang. (tps)
No comments yet.