Huria Kristen Indonesia (HKI) terus menegaskan komitmennya dalam menjawab Amanat Agung Kristus. Untuk mewujudkannya, Departemen Marturia HKI menyelenggarakan Diskusi Strategi Penginjilan Kontekstual di Pospel HKI Jonggol, Jawa Barat.
Diskusi ini menjadi momentum penting karena berhasil mempertemukan para pelayan Tuhan dari HKI Daerah VII dan Daerah XII. Mereka menyusun strategi penginjilan yang sesuai dengan dinamika masyarakat saat ini. Selain itu, forum ini memperkuat kerja sama antar wilayah untuk memperluas pelayanan gereja secara kontekstual.
Para Pembicara Berpengalaman Hadir dalam Forum
HKI mengundang empat narasumber utama yang memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan dan penginjilan, yaitu:
Pdt. Daniel Pane, M.Th – Kepala Departemen Marturia HKI
Pdt. Happy Pakpahan – Praeses HKI Daerah XII
Mereka tidak hanya menyampaikan teori. Sebaliknya, para pembicara membagikan pengalaman langsung dari pelayanan lintas budaya dan wilayah. Pendekatan praktis ini memberi peserta pemahaman mendalam tentang penerapan strategi penginjilan kontekstual di berbagai daerah.
Gereja tidak bisa lagi mengandalkan pola pelayanan lama yang bersifat seragam. Karena masyarakat mengalami perubahan sosial dan budaya yang cepat, HKI perlu merancang strategi penginjilan yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan.
Beberapa poin penting dalam diskusi ini mencakup:
Wilayah Jawa, Lampung, dan Bali memiliki potensi besar untuk penginjilan.
Selain itu, gereja perlu memetakan wilayah secara cermat sebelum membuka Pospel.
Calon Pendeta HKI juga harus mengikuti pelatihan khusus yang menyesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Setiap wilayah membutuhkan pendekatan pelayanan yang unik dan kontekstual.
Dengan strategi yang tepat, gereja bisa menjangkau lebih banyak jiwa dan menyentuh masyarakat secara langsung. Karena itu, pendekatan kontekstual bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Rumah Misi: Wujud Nyata Strategi Penginjilan Kontekstual HKI
HKI saat ini mengembangkan Pos-pos Pelayanan (Pospel) sebagai bagian dari implementasi strategi penginjilan kontekstual. Rumah Misi tidak sekadar bangunan fisik. Sebaliknya, gereja membentuk komunitas aktif yang menjadi tempat doa, persekutuan, dan pelayanan kasih yang nyata.
Daftar Pospel yang saat ini dikembangkan meliputi:
Itera & Unila – Lampung
Umas Jaya – Lampung Tengah
Sukatani – Cikarang
Salatiga
Yogyakarta
Solo
Surabaya
Jonggol – Cianjur
Setiap Pospel menjangkau komunitas yang berbeda—mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat umum. Karena itu, gereja terus menyesuaikan bentuk pelayanannya dengan konteks lokal yang dilayani. Lebih lanjut, kehadiran Pospel memperlihatkan tekad HKI untuk hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Pospel Jonggol Diresmikan Sebagai Rumah Kasih
Pada akhir diskusi, Pdt. Firman Sibarani selaku Ephorus HKI menetapkan Pospel Jonggol sebagai “Rumah Kasih.” Tempat ini akan menjadi pusat ibadah, rumah doa, dan wadah persahabatan lintas suku dan agama.
“Rumah Kasih adalah bentuk nyata kehadiran gereja yang terbuka. Tempat ini harus menjadi ruang aman bagi siapa pun yang ingin mengalami kasih Kristus,” ujar Ephorus.
Penetapan ini mencerminkan semangat HKI dalam membangun pelayanan yang inklusif dan melintasi batas-batas sosial maupun budaya. Sebagai hasilnya, Pospel Jonggol kini tidak hanya menjadi pos pelayanan biasa, tetapi juga simbol keramahtamahan iman.
Masa Depan Pelayanan yang Relevan dan Berdampak
Meskipun diskusi ini hanya berlangsung satu hari, HKI percaya bahwa dampaknya akan menjangkau masa depan. Gereja tidak cukup hanya berbicara; gereja perlu bergerak. Untuk itu, HKI terus menjangkau wilayah baru yang belum menerima Injil.
Dengan demikian, Rumah Misi hadir sebagai bentuk konkret pelayanan kasih. Gereja tidak hanya menyampaikan firman, tetapi juga membangun hubungan yang hidup dengan masyarakat. Melalui pelayanan yang sederhana namun penuh makna, gereja dapat memperlihatkan kasih Kristus secara nyata.
Mari Bangun Rumah Kasih di Seluruh Negeri
HKI mengajak seluruh jemaat untuk mendukung pembangunan Rumah Kasih di seluruh pelosok negeri. Tempat di mana terang Kristus bersinar, harapan bertumbuh, dan kasih menjadi fondasi utama pelayanan.
No comments yet.