Telah dilaksanakan kunjungan resmi dari pimpinan dan perwakilan Huria Kristen Indonesia (HKI) ke kantor Sinode Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) yang berlokasi di Salatiga, pada hari Rabu, 18 Juni 2025. Pertemuan ini menjadi momen bersejarah untuk membangun persaudaraan dan kolaborasi antar dua gereja anggota United Evangelical Mission (UEM).
Delegasi peserta Sinode HKI dipimpin langsung oleh Ephorus Pdt. Firman Sibarani, didampingi Pdt. Roynaldy Simaremare (Dept. Litbang), Pdt. Happy Pakpahan (Praeses HKI Daerah XII), Pdt. Suan Dame Siahaan (Sekda HKI D.XII), St. Donni Lumban Tobing, Pdt. Samuel Hutabarat, Pdt. Herman Tampubolon, Pdt. Lisna Saragih, Calon Pdt. Iin E. Manalu (Pospel HKI Ungaran, Semarang, dan Salatiga) dan Calon Pdt. Ester Tamba (Pospel HKI Yogyakarta).
Sementara itu, pihak Sinode GKJTU diwakili oleh Ketua Sinode Pdt. Akris Mujiono, Sekretaris Pdt. Waluyo, dan Bendahara Pdt. Paini.
Rangkaian pertemuan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ketua Sinode GKJTU, Pdt. Atris Mudiono. Beliau menyampaikan sukacita atas kunjungan dari Gereja HKI dan menyambut hangat semangat persaudaraan yang ditunjukkan dalam pertemuan tersebut. Pertemuan dilanjutkan dengan sesi perkenalan, baik secara personal maupun kelembagaan. Dalam kesempatan ini, pihak Sinode GKJTU memaparkan profil dan dinamika pelayanannya. Disampaikan bahwa jemaat-jemaat GKJTU telah tersebar luas, terutama di wilayah pedesaan, dan hidup berdampingan dalam konteks masyarakat majemuk secara budaya dan agama. GKJTU memiliki visi pelayanan sebagai “Gereja yang Dewasa, Mandiri, dan Misioner”. Sejalan dengan visi tersebut, terdapat beberapa program prioritas yang tengah dijalankan, antara lain: pengembangan dialog lintas agama, pemberdayaan warga jemaat, misi gereja di tengah sekularisasi, pendampingan spiritualitas terhadap komunitas terpinggirkan, peningkatan kapasitas gereja tangguh bencana dan tata kelola aset gereja.
Dalam dialog bersama, Ephorus HKI Pdt. Firman Sibarani menyampaikan bahwa pelayanan GKJTU sangat berdampak besar bagi warga jemaat dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya implementasi teologi dalam tindakan nyata, termasuk keterlibatan dalam isu-isu ekologis dan sosial. Pdt. Firman Sibarani juga menyatakan bahwa HKI bersyukur dapat belajar dari GKJTU dalam hal keterlibatan sosial dan keberpihakan kepada komunitas rentan.
Keberadaan Pospel HKI di Salatiga
Dalam pertemuan, Pdt. Happy Pakpahan memperkenalkan keberadaan Pos Pelayanan HKI di Salatiga. Dalam pembukaan Pospel, HKI ingin tetap menjaga hubungan baik dengan Sinode Lokal dikota Salatiga yaitu GKJTU, sekaligus memohon dukungan terkait sarana ibadah dan kelanjutannya.
Ketua GKJTU menyambut baik hal tersebut dan membuka kemungkinan kerja sama pemanfaatan gedung gereja, sebagaimana telah dilakukan dengan gereja-gereja lain. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat inklusif GKJTU, yang terbuka kepada seluruh gereja dan umat beragama lain.
Dalam sesi diskusi mengenai strategi pelayanan dan misi gereja, kedua belah pihak, HKI dan GKJTU, saling berbagi pandangan dan pengalaman terkait dinamika panggilan misi di tengah konteks masyarakat yang terus berubah. Terkait misi gereja, Pdt. Paini Bendahara GKJTU menyampaikan apresiasi atas semangat dan capaian misi HKI yang dinilai sangat progresif dan berdampak. Ibu Pdt. Paini juga mengatakan bahwa GKJTU perlu aspek misi eksternal, dan menyambut baik jika HKI dapat berbagi pengalaman dan strategi misi. Menanggapi hal tersebut, Pdt Firman Sibarani, menyatakan kesiapan HKI untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara HKI dan GKJTU. Salah satu bentuk konkrit yang ditawarkan adalah pelatihan bahasa Jerman bagi Calon Pendeta GKJTU untuk memperkuat relasi dan misi di era kontemporer. (RS – Dep.Litbang HKI)
No comments yet.